HarianBernas.com – Sungai Tijuana yang terletak di Meksiko dilaporkan tercemar oleh limbah yang bocor dari saluran. Jumlah kebocorannya tidak main-main. Selama dua pekan terakhir, sungai tersebut tercemar oleh 142 juta gallon cairan limbah. Kebocoran terakhir terjadi sejak tanggal 2 Februari dan baru ditangani pada hari Kamis (23/2/2017).
Laporan tersebut dikeluarkan oleh Komisi Air dan Perbatasan Internasional yang bermarkas di AS pada hari Jumat (24/2/2017) waktu setempat. Menurut laporan yang sama, kebocoran mungkin terjadi di saluran pembuangan dekat percabangan Sungai Tijuana dan Alamar. Kebocoran ini sekaligus menjadi kebocoran terparah yang terjadi di Tijuana selama beberapa tahun terakhir.
Begitu menerima kopian laporan ini, Serge Dedina selaku walikota Imperial Becah di AS melontarkan kritikannya kepada pemerintah negara bagian Baja California (Meksiko) dan California (AS). Menurut Dedina, pemerintah masing-masing negara bagian seharusnya memberikan pernyataan resmi ketika terjadi kebocoran. Ia lantas menduga kalau timbulnya bau busuk di Imperial Beach belakangan ini tidak lain disebabkan oleh air limbah dari Sungai Tijuana yang hanyut ke Samudra Pasifik.
Sungai Tijuana yang melintasi wilayah AS dan Meksiko adalah salah satu sungai dengan tingkat pencemaran terparah di masing-masing negara bagian. Tidak adanya saluran pipa di sejumlah rumah dan terlampau tuanya infrastruktur disebut-sebut menjadi penyebab utamanya. Pencemaran yang menimpa Sungai Tijuana cenderung kian parah jika badai menerpa Tijuana karena badai turut menyeret timbunan sampah ke dalam sungai.
