HarianBernas.com – Beragam cara ditempuh Korea Selatan untuk melemahkan negara tetangganya di utara. Pada hari Minggu (5/3/2017) waktu setempat, Kementerian Unifikasi Korea yang berbasis di Korea Selatan mengumumkan kalau warga negara Korea Utara yang kabur meninggalkan negaranya akan menerima imbalan 1 juta won. Jumlah tersebut naik 4 kali lipat lebih banyak.
Pengumuman itu sendiri baru bersifat usulan karena masih harus dirundingkan terlebih dahulu melalui sidang parlemen. Rencananya sidang yang membahas masalah kenaikan upah ini akan digelar sebelum tanggal 10 Maret.
Keinginan Kementerian Unifikasi menambah imbalan untuk pelarian asal Korea Utara didorong oleh masalah keamanan. Setelah Korea Utara berulang kali menggelar uji coba misil, Korea Selatan merasa kian khawatir dengan sepak terjang negara tetangganya tersebut. Imbalan besar pun diajukan dengan harapan warga negara Korea Utara bersedia menyeberang ke negara tetangganya dan memberikan informasi berharga kepada aparat Korea Selatan.
Sebagai wujud antisipasi jika Korea Utara benar-benar meluncurkan misilnya ke wilayah Korea Selatan, militer Korea Selatan berencana memasang sistem penangkal misil THAAD. THAAD pada dasarnya merupakan semacam peluncur misil kecil yang akan menembak jatuh misil-misil yang ditembakkan oleh Korea Utara. Namun THAAD rencananya baru akan dipasang secara total pada akhir tahun ini.
Rencana pemasangan THAAD sendiri bukan tanpa kontroversi. Korea Utara menuduh kalau THAAD merupakan bagian dari upaya AS dan Korea Selatan untuk menyerang Korea Utara terlebih dahulu dan menciptakan perang di Semenanjung Korea. Tiongkok juga menentang pemasangan THAAD karena menganggapnya sebagai ancaman terhadap kepentingan nasional Tiongkok.
