Berita Terbaru
Author: Heru Sang Amurwabumi
Tubuh Dirgo gemetar begitu hebat Keringat mengucur dari pelipis dan dahinya Awalnya ia mengira sedang bermimpi buruk tetapi gedoran pintu berkali kali
Bernas id Apakah kau percaya pada mitos nasib malang manusia Julung Batang Ada kisah tutur yang berkembang di masyarakat Kedung Pingit sebuah desa di kaki
Bernas id Teras kecil seluas satu kali enam meter dan seorang perempuan pribumi berkebaya dengan rambut disanggul rapi Setiasore aku menghabiskan waktu di
Cerpen oleh Heru Sang Amurwabumi Dalam kecamuk badai kerinduan kepada kampung halaman aku terdampar pada sebuah kenangan tentang kasak kasak kekuatan sebuah
Bernas id Jika aku berdiri di selatan Desa Kedung Pingit lalu menatake arah barat laut tepat di kaki Gunung Pandan tak ada yang bisa kujumpai selain lebatnya
Bernas id Menurut pengakuannya bapak sudah mulai mendalang sejak belia ketika belum menikah Bapak juga mengaku bahwa pernah bercita cita menjadi seorang dalang
Bernas id Mengapa leluhur orang orang Desa Kedung Pingit menciptakan aturan adat yang memasung kebebasan anak cucunya Apakah mereka sengaja gemar membuat ironi
Bernas id Benarkah suara rebab yang dimainkan dengan penghayatan tinggi bisa mengundang kematian Setiakali pertanyaan itu datang mengusik aku teringat sosok
Bernas id Tubuh ibuku meronta ronta terguncang hebat sembari memekik ngeri sebelum setelahnya ia melengkingkan jerit histeris sepuluh jemari tangannya
Bernas id Jerit Mak Wariyem di pagi buta membuat Desa Kedung Pingit gempar Perempuan paruh baya yang hendak menengok ladang jagung itu berteriak histeris