HarianBernas.com – Peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta telah mengungkapkan betapa istimewanya situs prasejarah di Gua Kidang di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Ketua Tim Peneliti Gua Kidang dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Indah Asikin Nurani di Sleman, Jumat (23/7/2016) menyebutkan berbagai artefak yang ditemukan di situs tersebut menunjukkan bahwa manusia prasejarah di masa lalu sudah mulai cerdas.
Dari berbagai artefak memang telah membuktikan jika manusia prasejarah yang menghuni gua Kidang Blora adalah manusia yang cerdas.
“Dari sisi teknologinya memang beda dengan manusia-manusia prasejarah di gua-gua yang ada di Gunung Sewu. Di Gua Kidang Blora, sudah mulai cerdas. Jadi lebih istimewa jika dibandingkan temuan di seluruh Jawa,” kata Indah.
Indah pun menambahkan jika kebanyakan perkakas prasejarah yang sudah ditemukan di Gunung Sewu hanya terbuat dari batu, sedangkan jika dilihat dari berbagai artefak yang ada di Gua Kidang temuan semacam itu justru tak terlalu menonjol.
Baca juga Candi Kendulan, Candi yang Tersembunyi di Bawah Tanah
“Di Gua Kidang sumber bahan bakunya hampir bisa dibilang tak ada. Sebenarnya ada tetapi tidak terlalu menonjol, bahan bakunya terbuat dari batu gamping,” tutur Indah.
Menurut Indah, perkakas manusia prasejarah di Gua Kidang justru kebanyakan malah terbuat dari tulang dan cangkang dimana tingkat kesulitan dalam hal proses pembuatannya jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan perkakas batu.
Sebagai contoh dalam hal membuat lancipan, tentu saja cara pemangkasannya pun harus dilakukan lebih berhati-hati, tambah Indah.
“Perbedaan yang sangat mencolok, perlu adanya kecanggihan dalam hal pemahaman pemangkasannya. Berbeda ketika membuatnya dengan bahan dari batu,” tambah Indah.
Indah pun menjelaskan pada zaman prasejarah perkakas-perkakas tersebut dipakai untuk melakukan berbagai hal seperti mengorek, mengolah tanah, atau juga digunakan untuk mengolah makanan.
Temuan berbagai artefak yang sangat berbeda itu telah membuat situs Gua Kidang akan mendapatkan perlakuan yang khusus. Nantinya para periset dan arkeolog juga ingin dapat meneliti Gua Kidang secara berkelanjutan dari tahun ke tahun nantinya.
Baca juga Ditemukan Talut Kuno di Situs Liyangan oleh Tim Ekskavasi
“Terakhir penelitian pada bulan April sampai Mei kemarin. Walau memang tidak bisa dipastikan apakah akan ada temuan baru ataupun tidak. Karena ini adalah misteri semua. Sebenarnya penelitian ini dihentikan pada saat ini bisa saja, tetapi siapa yang tahu jika nantinya akan ada temuan yang lebih lagi. Jadi, kalau target kapan selesainya jelas tidak bisa ditentukan,” kata Indah.
Indah pun menambahkan penelitian situs Gua Kidang di tahun ini sebenarnya bukan yang pertama dilakukan, penelitian pertama dilakukan pada tahun 2005 dan sempat terhenti pada tahun 2008 dan dilanjutkan pada tahun berikutnya.
Sedangkan pada 2010, Balai Arkeologi Yogyakarta juga sudah menemukan tulang kaki manusia prasejarah setelah melakukan penggalian dengan kedalaman lebih kurang 170 centimeter dan akhirnya melanjutkan riset pada 2011.
“Pada 2012 kembali ada temuan lagi, dan ditemukan artefak berupa dua rangka manusia prasejarah. Kedalaman sekitar 105-115 sentimeter. Letak keduanya jelas tak terlalu jauh. Dua rangka ini jauh lebih utuh jika dibandingkan sebelumnya. Bahkan salah satunya jari-jarinya malah lengkap. Hanya kepalanya saja yang tidak ada. Rangka itu posisinya duduk, seperti orang yang sangat dipentingkan,” tambah Indah.
Pastinya misteri zaman prasejarah di Indonesia masih dibutuhkan banyak riset dan penelitian dari para arkeolog sehingga nantinya masyarakat dapat mengetahui kehidupan yang telah terjadi di tanah air semasa jaman sebelum sejarah berhasil ditulis.
Baca juga Spesies Hobbit Menghilang dari Flores, Apa sebabnya?
