JOGJA — Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID ? 6380 mengalami gagal pendaratan pada Jumat (6/11) pukul 15:05 di runway section 27 Bandara Adisutjipto. Pesawat yang melayani rute reguler Jakarta ? Jogja tersebut tergelincir dan mengalami patah di bagian mekanisme roda depan pesawat.
Meskipun mengalami gagal landing, sebanyak 161 penumpang dan awak pesawat berhasil diselamatkan. Andy M Saladin selaku Public Relations Manager Lion Air Group yang membawahi maskapai Batik Air dalam siaran persnya kepada sejumlah media, mengakui pesawat jenis Boeing 737 itu mengalami incident overshoot.
?Pesawat mengalami incident overshoot sekitar pukul 15:05 di Bandara Adisutjipto. Namun tidak ada penumpang yang cedera, dan sudah dievakuasi ke terminal bandara. Seluruh penumpang juga telah meninggalkan bandara,? katanya.
Hingga menjelang petang kemarin, posisi pesawat masih berada tepat di posisi jatuhnya pesawat beregistrasi Boeing PK ? LBO itu. Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Adisutjipto, Mayor (Sus) Hamdi Londong kepada Bernas menyebutkan bahwa proses evakuasi pesawat ke pinggir landasan runway 27 dilakukan malam kemarin.
?Kalau sesuai prosedur, pesawat baru bisa dievakuasi di atas pukul 22:00 malam (kemarin). Ini karena evakuasi harus menunggu seluruh penerbangan selesai,? ungkap dia.
Londong menyebutkan bahwa penyebab insiden kecelakaan pesawat masih dalam penyelidikan hingga saat ini. Penyelidikan akan menunggu tim penyelidik dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
?Kita masih akan menunggu KNKT dulu. Kejadian seperti ini pasti KNKT turun,? katanya. Menurut Landong, tim dari KNKT tidak akan memeriksa bagian pesawat saja, tapi juga percakapan antara pilot dengan pihak Air Traffic Control (ATC) Bandara Adisutjipto. ?Yang jelas mulai dari PPLU, arah angin, percakapan antara pilot dengan ATC semua akan diperiksa. Mungkin besok (hari ini, red) tim KNKT datang untuk memeriksa pesawat,? ujar dia.
General Manager Bandara Internasional Adisutjipto, Kolonel (Pnb) Agus Pandu Purnama menyebutkan ada kemungkinan faktor cuaca buruk dan licinnya landasan yang menjadi pemicu kecelakaan. Meski demikian pihaknya masih tetap menunggu laporan resmi KNKT.
?Kemungkinan karena tadi (kemarin sore) hujan, jadi landasan agak licin. Alhamdulillah, semua penumpang dalam keadaan selamat,? tutur pria yang baru menjabat menjadi GM pada bulan Oktober lalu.
Agus mengatakan seluruh penumpang di evakuasi ke Terminal B Adisutjipto. Insiden tergelincirnya pesawat Batik Air itu diakui membuat beberapa penumpang sempat mengalami trauma.
?Yang penting semuanya selamat, memang ada beberapa yang shock,? tegasnya.
General Affair and Communications Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Edwin Wibowo mengakui sempat ada kepanikan dari para penumpang. Sejumlah penumpang sempat berebut dan meloncat keluar pesawat. Pihak bandara tetap sigap untuk memberikan pertolongan.
?Wajar kalau ada kepanikan dan ketakutan, tapi semuanya sudah diselamatkan,? terangnya.
Akibat insiden kemarin bandara sempat ditutup selama beberapa jam. Tiga pesawat dari maskapai penerbangan berbeda terpaksa mengalihkan pendaratan di Bandara Adisoemarmo Solo. Namun, ATC kembali memperkanankan pesawat landing sekitar pukul 16:30. Beberapa pesawat yang berhasil mendarat seperti Wings Air, Lion Air dan satu pesawat Air Asia.
?Aktivitas bandara kembali normal, dan proses evakuasi akan segera diselesaikan,? tambah Edwin. (ros)
