KULONPROGO,HarianBernas.com–Rabu (16/12/2015) tim tim pengukur tanah bandara baik Tim A maupun Tim B berencana akan melakukan pengukuran dua pedukuhan yang merupakan ?daerah keras? kandang WTT . Yaitu pedukuhan Sidoreja Glagah dan pedukuhan Kragon2 Palihan.
Kepala BPN DIY Arie Juriwin mengakui, dua pedukuhan tersebut memang pusatnya warga yang menolak bandara. Sehingga pihaknya berkoordinasi dengan Polda dan Polres.
?Saat ini Polda dan Polres tengah berkoordinasi tehnis pengamanannya disana,? imbuh Arie di Wates.
Kepala BPN Kulonprogo Muhamad Fadil menyatakan, hasil evaluasi satgas A secara keseluruhan telah menyelesaikan target ukur 91,64 persen. Sedang Satgas B menyelesaikan 86 persen.
Mengenai pengukuran ditanah WTT ditegaskan bahwa pihaknya harus mengukur sesuai dengan perintah undang- undang. Hanya saja pelaksanaannya tergantung pada aparat keamanan.
?Kami tidak dapat melakukan pengukuran, bila tidak ada perlindungan dari kepolisian. Tinggal bagaimana keamanan ikut melaksanakan perlindungan pelaksanaan undang-undang,? ujar Fadhil.
Menurut Fadhil, untuk mengukur dua pedukuhan tersebut sebenarnya bisa sehari selesai.
?Kalau warga kooperatif, sebenarnya sehari selesai. Tetapi ini kan beda. Tahu sendiri bagaimana WTT menerima petugas,? ujar Fadhil.
Ketua WTT Martono terpisah menyatakan, pihaknya konsisten dengan penolakan.
?Kami berkeras menolak pengukuran, menolak bandara. Kalau disana berkeras juga untuk mengukur juga, nanti kita lihat saja, apa yang terjadi di lapangan,? ujar Martono.
Namun demikian Martono mengaku, dirinya telah minta kepada anggotanya untuk tidak berbuat anarkhis saat melakukan penolakan.(sri widodo)
