GUNUNGKIDUL,HarianBernas.com?Namanya boleh menggunakan kata gunung. Tapi Gunungkidul di Daerah Istimewa Yogyakarta ternyata tak luput dari persoalan banjir saat musim hujan. Setidaknya, banjir dan genangan air menjadi ?pelanggan? di Jalan Bhayangkara, Jalan Nusantara dan jalan yang mengarah ke Pasar Hewan Siyono Harjo.
Risau dengan persoalan ini, Pemkab Gunungkidul pun tidak tinggal diam. Perbaikan dilakukan dengan merehab drainase primer di Kota Wonosari.
?Mulai 2016, kita berharap genangan dan banjir di kota tidak terjadi lagi. Kita akan bereskan drainase-drainase primer,? kata Kepala DPU Gunungkidul, Edy Praptono, Selasa 15 Desember 2015.
Untuk mewujudkan hal ini, Pemkab Gunungkidul menerima bantuan pembangunan drainase primer dari pusat senilai Rp 8,2 miliar. Dengan pembangunan drainase tersebut diharapkan bisa membantu mengatasi genangan air di wilayah kota Wonosari.
Edy Praptono mengatakan, dana pembangunan drainase ini bersumber APBN Perubahan 2015. Pembangunan drainase tersebut menggunakan sistem pabrikasi, sehingga proses pembangunannya akan berlangsung lebih cepat.
Pengerjaan drainase ini langsung dihubungkan ke anak sungai untuk pembuangan air. Sehingga air tidak lagi menggenang dijalan. Drainase ini untuk mengarahkan aliran air hujan dan bukan berasal dari limbah rumah tangga.
Karena waktunya singkat, nantinya rekanan yang mengerjakan proyek ini akan diberikan kesempatan 50 hari untuk melanjutkan dengan kompensasi satu hari dikenai denda 1 permil dari nilai kontrak,
?Kebijakan ini telah sesuai dengan Perpres Nomor 54/2010 sebagaimana diubah terakhir kali dengan Perpres Nomer 172/2014,? imbuhnya.(sutaryono)
