PRAMBUMULIH, HarianBernas.com – Akibat ladang yang terendam banjir, kebun karet seluas 600 hektar di Payuputat, Kelurahan Prabumulih Barat, Kota Prabumbulih, terancam rusak.
Banjir yang sudah terjadi sejak tiga pekan lalu, membuat pemilik kebun tidak bisa mengambil getah karet. Hal ini menyebabkan tidak ada pemasukan di kantong mereka.
Pria berusia 50 tahun yang bernama Jhon Kenedy ini, terpaksa menganggur sebab kebunnya terendam banjir, dan ia tidak bisa mengambil getah karet.
Biasanya dalam sehari, ia mampu menghasilkan Rp100.000. Uang inilah yang digunakan Jhon untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
?Nganggur Pak, kebun tak bisa disadap akibat banjir,? ujarnya.
Untuk mengisi waktunya, ia mencari ikan di air yang menggenangi kebunnya. Ikan itu akan dimasak untuk makan sehari-hari. Sementara untuk beras, minyak goreng dan bahan pokoknya, Jhon memanfaatkan bantuan dari pemkot Prambulih.
Diharapkan agar banjir bisa segera surut, dan ia bisa mengambil getah karet kembali.
Selain kebun karet, 100 hektar sawah warga juga terancam gagal panen.
