JAYAPURA, HarianBenas.com ? Pasca serangan teror di kawasan Sarinah, pada Kamis (14/1) lalu, kawasan perusahaan tambang asal Amerika, PT Freeport Indonesia yang berada di Timika Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, dijaga ketat oleh polisi. Hal ini diungkapkan oleh Kapolda Papa, Irjen Pol Paulus Waterpauw di Jayapura pada Sabtu (16/1).
Kombes Pol Patrige Renwarin yang memimpin tugas pengamanan objek vital sedang melakukan koordinasi dengan Danrem 174.
“Koordinasi itu dilakukan untuk mengantisipasi ancaman kerawanan dari kelompok teroris,” kata Kapolda Papua itu.
Ia juga mengakui, bahwa peristiwa teror yang menimpa Jakarta pada Kamis lalu, bisa saja menimpa daerah lain di selrh Indonesia. Ia meminta warga untuk selalu waspada.
Ia juga ditanyai soal upaya penangkapan 13 narapidana (Napi) yang kabur dari Lapas Abepura. Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan bahwa pada Sabtu (16/1), merupakan batas akhir paranapi untuk menyerahkan diri.
Namun, bila sampai esok Minggu (17/1), para napi yang kabur ini belum menyerahkan diri, maka segala upaya akan dikerahkan untuk menangkap mereka.
“Apalagi narapidana yang melarikan diri merupakan pelaku tindak kekerasan yang selama ini meresahkan masyarakat serta pelaku penyerangan pos polisi dan TNI,” kata Irjen Pol Waterpauw.
Ketigabelas napi ini, sudah melarikan diri sejak Jumat (8/1).
sumber foto : intelijen.co.id
