JAKARTA, HarianBernas.com — Andrie Wongso menyesalkan kenapa Aspirasi baru ada sekarang. Motivator terkemuka ini berujar, “Mestinya (asosiasi penulis seperti ini) tahun 2005.”
Di hadapan seratusan penulis yang hadir dalam kopdar #2 penulis yang terhimpun dalam Asosiasi Penulis dan Inspirator Seluruh Indonesia “Aspirasi” di Kampus IPMI, Jakarta, Sabtu (16/1). Penulis buku 22 Wisdom & Success ini membeberkan latar penyesalannya.
Sekarang, ungkapnya, sebuah toko buku besar nasional sudah mencopot “buku” dari nama toko buku yang disandangnya. Ya, toko saja, tanpa buku. Mengapa demikian? Karena buku sudah bukan andalan utama penjualan toko tersebut. Mereka mengandalkan penjualan alat tulis (stationary) dan barang-barang lain yang tak selalu berhubungan dengan buku.
Trend buku, terutama cetak, sudah menyusut. “Saya prihatin, 3.000 eksemplar saja sudah dianggap best seller di Indonesia. Padahal kita punya penduduk 250 juta. Saya bisa jual 40.000 per judul karena saya ikut promosi,” ujarnya.
Untuk itu, Andrie Wongso mengajak penulis-penulis Aspirasi untuk tidak hanya fokus menulis buku. Ia mengajak penulis untuk membuat sesuatu yang lebih dari itu. “Orang miskin karena buku jadi kaya. Orang kaya karena buku jadi anggun,” tukasnya.
Itu dulu. Sekarang dan ke depan? Andrie Wongso melontarkan pekerjaan rumah untuk dipikirkan bersama.
