JAKARTA, HarianBernas.com – Timoteus Talip adalah seorang manajer salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. Kegiatan membaca dan menulis sudah menjadi hobi Talip sejak kecil. Sejak duduk di bangku SMA, ia sudah aktif menulis di majalah SMA, begitu juga di kampus dan tempat ia bekerja di saat ini.
Suatu ketika tempat ia bekerja mengadakan lomba menulis dan ia dua kali berhasil menjadi juara. Merasa mendapat tantangan dari seorang teman dan tidak mau disebut sebagai jago kandang, akhirnya Timoteus pun menulis buku. Buku pertamanya adalah Basmi Manipulasi Manajemen yang ditulis pada 2009.
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
Pria kelahiran 7 November 1966 ini hingga kini sudah menulis sekitar 13 buku. Bahkan di 2012 dia bisa menulis enam buku. Buku Angel & Demon: 30 Kisah Inspiratif Sang Pemenang yang merupakan hasil kolaborasi dengan dua penulis lain yaitu Suhartono Chandra dan Helena Abidin.
Jaringan persahabatannya dengan beberapa penulis buku terkemuka pun mendorongnya untuk menulis buku. Buku-buku yang pernah diterbitkan, antara lain: Basmi Manipulasi Manajemen (September 2009), Lorong Gelap yang Kutinggalkan (September 2010), Sop Kambing ala Chef Talip (Januari 2011), Anda Pecundang!!! Jangan Baca (Juni 2011), CURHAT… Kala Hidup Jadi Bermakna (Maret 2012), Mukjizat Itu Nyata (April 2012), I Can Dance in The Rain (Juli 2012), Becoming High Achiever in The Workplace (Oktober 2012), Indah Pada Waktunya (November 2012), Just For The Real Achiever (Desember 2012), Angel & Demon, 30 Kisah Inspiratif Sang Pemenang (Februari 2013), Love = Time + Attention (Desember 2014), dan I Want & I Can (Mei 2015).
Menurutnya buku terakhir yang paling menarik. Dalam buku tersebut ada kisah seorang pengusaha sukses di Pekanbaru, Pak Toni. Kita bisa belajar bagaimana kegigihan dia saat berusia 8 tahun menjadi penjual kue keliling dan di usianya 38 tahun saat ini telah menjadi pengusaha sukses dengan banyak perusahaan. Buku tersebut berjudul I Want & I Can.
“Banyak orang want… ingin kaya, sukses, pintar dan lain-lain, tapi apakah can? Di buku ini juga ada tips singkat bagaimana kita bisa mengikuti orang-orang yang suskes tersebut,” jelasnya.
Pak Toni adalah salah satu tokoh inspiratif Talip, karena kegigihannya saat berjuang, jujur dan banyak membantu orang. Menurut Talip, ia tokoh pengusaha suskes di Pekanbaru.
Saat ditanya, pria yang berperawakan tinggi besar itu menjawab bahwa menjadi seorang penulis secara otodidak dan berkat banyak membaca. Ingin berbagi ilmu dan pengalaman, serta ingin dikenal banyak orang melalui menulis.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
Saat ini di kalangan teman-teman tempat Talip bekerja justru dikenal sebagai penulis. Jika ada yang bertemu, mereka bertanya “Ohh ini Pak Talip yang penulis ya?”
Talip menjelaskan tipsnya sehingga bisa produktif, bahwa mereka yang ingin menulis tidak usah ragu-ragu menulis dan komitmen. Jika kita komit terhadap hal yang dikerjakan, maka itu akan dapat segera direalisasikan.
Talip adalah seorang manajer bank. Di waktu senggangnya dan weekend ia luangkan untuk menulis. Selama ini tantangan baginya ketika kebanyakan orang enggan mengeluarkan uang untuk membeli buku.
“Walaupun hanya Rp50.000. Kalau membeli kopi Rp60.000 bisa setiap hari. Padahal buku adalah jendela dunia untuk memandang hal yang positif,” kritisnya.
Kritis terhadap pendidikan, ia juga mengadakan seminar yang dilaksanakan di beberapa tempat, di antaranya Kupang, Surabaya, Solo, dan Jakarta sejak tahun 2013 hingga tahun 2015. Rencananya di tahun 2016 ia ingin mengadakan seminar.
Selain mengadakan seminar, aksi sosial tak lepas dari sosok Talip. Ia memberikan semua royalti sejak buku pertama sampai dengan buku ke-13 untuk kegiatan sosial dan ini akan terus ia lakukan.
Menjadi seorang penulis menurut Talip bisa memberikan idenya, agar orang lain membaca dan lakukan. Selain itu, senang jika tulisannya bisa membuat orang lebih baik. Talip membuat komunitas writer sejak tahun 2012 untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan sesama, tetapi hanya berjumlah tiga puluh member dan tidak terlalu aktif. Lalu di tahun 2015 Talip dan teman-teman writer membuat grup di WhatsApp dan mulai aktif. Saat ini sudah ada 250 member yang bergabung dan mengadakan kopdar.
Baca juga: Mengenal Pengertian dan Ciri-ciri Komik sebagai Karya Sastra
Selanjutnya ia dan teman-temannya akan membuat banyak kegiatan yang akan saling menguntungkan. Harapan Talip membuat para penulis lebih dihargai dan memiliki nilai tawar lebih tinggi. Jika para penulis bersatu dan mempunyai organisasi maka akan lebih mudah melakukan banyak kegitan. Selama ini penulis belum mempunyai wadah resmi dan saatnya kami wujudkan.
Kegiatan ini membuat Talip menjadi kolektor buku yang di-sign penulis dan foto dengan penulisnya. Saat ini sudah 210 penulis yang ia dapatkan di-signnya. Maka ia senang bertemu dengan para penulis, diskusi, barter buku, dan saling berjasama. Dengan sering memotivasi melalui buku-buku dan blognya maka Talip juga menjadi Silent Motivator No 1 di Indonesia.
Selain kegiatan tersebut, Talip juga tergabung dalam beberapa komunitas, di antaranya “Billionaire Mindset”, pendamping legio ekaristi putri altar Gereja Trinitas Cengkareng-Jakarta Barat, komunitas tenis meja, dan komunitas menembak di tempat ia bekerja.
Baca juga: Interpretasi : Pengertian , Tujuan, dan Macam-macamnya
Biodata
Nama : Timoteus Talip
Tempat, Tanggal Lahir : Teluk Betung, 7 November 1966
Hobi : Membaca, Menulis
Usaha : Manager Head of Branch Collection Support BCA
Pendidikan : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Tarumanegara, Jakarta
