JAKARTA, HarianBernas.com – Menggantungkan nasib pada ekspor komoditas, merupakan langkah yang kurang tepat yang diambil Indonesia. Apabila ekonomi global sedang anjlok, maka permintaan komoditas juga akan ikut anjlok.
Banyak masalah akhirnya muncul akibat ketergantungan perekonomian terhadap komoditas mentah ini. Sejumlah daerah penghasil barang seperti Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi, pun merosot. Hal ini dikatakan Bambang Brodjonegoro, selaku Menteri Keuangan.
“Perkiraannya di APBN 2016, kita akan mengalami penurunan penerimaan baik dalam bentuk PNBP migas maupun PPH migas. Secara keseluruhan, semua komoditas harganya rendah, sulit untuk meningkat kalau harga minyak tetap rendah,” ujar Menkeu di Gedung DPR, Jakarta, pada Rabu (17/2).
Ekonomi Indonesia akan semakin terpuruk bila masih mengandalkan komoditas bahan mentah.
“Harga komoditas andalan rendah, didorong harga minyak. Masih ada resiko penyesuaian berpengaruh terhadap nilai tukar, ekonomi pun begitu,” tuturnya.
Pemerintah disarankan untuk banting stir dan tidak lagi mengandalkan komoditas bahan mentah. Hal lain yang bisa dijadikan tujuan adalah sektor pariwisata, yang terbukti bisa memberikan income yang signifikan.
“Karena itu kita harus siap-siap tidak lagi mengandalkan ekspor yang berbasis komoditas, kita juga perlu lihat sektor pariwisata yang begitu menjanjikan di negeri ini,” usul Menkeu.
Saat ini, beberapa sektor pariwisata sedang dikembangkan oleh Pemerintah.
“Kita akan kembangkan Danau Toba di Sumatera, Candi Borobudur di Jawa Tengah, dan Raja Ampat di Papua,” ujarnya.
