JEMBER, BERNAS.ID – Realisasi belanja pemerintah pusat per 31 Agustus 2025 di Kabupaten Jember dan Lumajang terbilang bagus. Presentasenya lebih dari 50 persen dari anggaran pagu.
Dalam pers rilis Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jember, hingga akhir Bulan Agustus 2025, tiga komponen belanja pemerintah pusat menunjukkan angka sedikit di atas 50 persen. Yang menonjol, komponen belanja pegawai telah mencapai 70 persen.
Baca juga: Danbrigif 9 Kostrad Jember Kol Inf La Ode Nurdin Terima Penghargaan KPPN Jember
Disebutkan dalam paparan, bahwa belanja bantuan sosial telah direalisasikan 46 persen atau Rp.10.560.000.000 dari pagu Rp.22.743.600.000.
Komponen berikutnya, belanja barang telah direalisasikan 45 persen atau Rp.405.407.883.473 dari pagu Rp.903.096.774.000.
Komponen, modal belanja telah direalisasikan ketigakan baru 21 persen atau Rp.37.327.757.129 dari pagu Rp.170 559.739.000.
Sedangkan belanja rutin pegawai telah mencapai 70 persen dengan jumlah dana Rp. 748.567.282.188.dari pagu Rp.1.075.750.539.000.
Kepala KPPN Jember Teguh Irwono menjelaskan realisasi belanja pemerintah pusat di 2 kabupaten, Jember dan Lumajang itu.
“Untuk belanja bantuan sosial yang tersalurkan lewat KPPN Jember ini adalah bantuan beasiswa di perguruan tinggi yakni UINKHAS dan UNEJ. Bisa jadi karena proses pencairannya tertunda karena adanya revisi data administrasi calon penerima, khususnya yang baru,” ucap Teguh saat menjawab pertanyaan wartawan di ruang rapat lantai 1 KPPN Jember, Jumat, (12/9/2025).
Baca juga: APBN Tekor Lagi Rp21 Triliun di Akhir Mei 2025, Ini Kata Menkeu
Sedangkan untuk 2 komponen lainnya, belanja barang dan modal, menurut Teguh lebih dipengaruhi oleh kebijakan dari pusat.
“Di bulan Februari 2025 pemerintah memberlakukan kebijakan efisiensi sehingga modal belanja dan barang tertunda,” kata pusat Teguh.
Penyebab selanjutnya, karena proses pengadaan barang dan jasa belum terselesaikan. “Syarat realisasi pembayaran belanja negara itu kan pekerjaan sudah diserahkan atau diselesaikan,” ucap Teguh.
Namun ia optimis, realisasi belanja APBN di 2 kabupaten di wilayah kerja akan mencapai target seperti yang telah ditetapkan . (sgt)
