HarianBernas.com – Sebagai orang Indonesia, kita wajib bersyukur memiliki khasanah kebudayaan Nusantara yang amat kaya. Budaya yang memiliki pedoman-pedoman nilai, norma, dan etika yang menjadi identitas bangsa. Salah satu bagian kecil warisan budaya yang kita miliki adalah keris, senjata khas yang telah mendunia.
Perlakuan terhadap keris amat khusus, penuh apresiasi dan penghormatan. Berikut diantaranya :
1. Apabila Anda memegang keris dengan posisi terhunus, sangat penting menjaga agar ujung bilah tidak mengarah pada seseorang. Arahkanlah ujung bilah agak serong ke atas menuju langit.
2. Jika Anda hendak melepas bilah keris dari tempatnya (warangka), lakukanlah dengan meminta ijin kepada pemilik keris terlebih dahulu. Permohonan ijin tersebut bertujuan menghargai pemiliknya.
3. Jika Anda melepaskan bilah keris dari tempatnya (warangka), lakukanlah dengan tuntas hingga bilah keluar seutuhnya. Terutama jika ini dilakukan di depan pemiliknya. Janganlah terburu memasukkan kembali bilah keris sebelum Anda mengamati keris secukupnya dengan seksama. Hal ini sebagai wujud penghargaan Anda kepada keris beserta pemiliknya.
4. Jika Anda adalah orang yang melepaskan bilah keris dari tempatnya (warangka), maka Anda pula yang harus menyarungkan kembali bilah tersebut. Bukan orang lain.
5. Tidak diperkenankan menyarungkan bilah keris ke dalam warangka jika bukan Anda yang telah mengeluarkan (nglolos) dari warangka tersebut. Kecuali bila pemilik keris sendiri yang meminta Anda melakukannya.
6. Menyerahkan atau menerima keris harus dilakukan secara berhadap-hadapan penuh penghormatan. Tidak etis jika memberikan atau menerima keris dari orang lain dengan cara menyamping atau bahkan membelakangi.
7. Tidak memberikan penilaian buruk terhadap sebilah keris di hadapan pemiliknya, kecuali bila sang pemilik meminta Anda untuk membeikannya.
