HarianBernas.com – Situs Selo Gilang Lipura adalah salah satu situs penting dalam sejarah Kerajaan Mataram Islam. Lokasinya berada di Desa Wisata Gilang Harjo, Pandak, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Situs ini merupakan peninggalan Danang Sutawijaya, pendiri sekaligus raja pertama Mataram.
Baca Juga: Inilah 10 Sertifikasi di Bidang SDM yang Ada di Universitas Mahakarya Asia
Sama halnya dengan situs Selo (batu) Gilang di Kotagede, hanya bedanya Situs Watu Gilang dikaitkan dengan tewasnya Ki Ageng Mangir, sementara Situs Selo Gilang ini diyakini oleh para kawula Mataram sebagai petilasan shalat, meditasi dan dzikir Danang Sutawijaya serta gurunya, yakni Ki Ageng Pemanahan.
Batu yang menjadi sajadah Panembahan Senopati (nama masyhur Sutawijaya) tersebut konon dahulunya berada di tengah danau kecil di alam terbuka. Di petilasan itulah Sang Panembahan dalam istilah Jawa “kewahyon” atau mendapatkan wahyu (ilham) Lintang Johar untuk mendirikan kerajaan Mataram Islam.
Nama Lintang Johar berdasarkan keyakinan orang Jawa mengacu kepada cahaya Jauhar Awwal Rasulullah atau Nur Muhammad. Cahaya awal penciptaan segala sesuatu yang lapis-lapis cahaya itu dijelaskan dalam QS. An-Nuur 35.
Baca Juga: Ingin SPP Kuliah Gratis? Ini Strategi Kerja Remote di Universitas Mahakarya Asia
Kini batu sajadah itu berada di dalam cungkup (rumah kecil) dan dijaga oleh juru kunci Kraton Ngayogyakarta. Setiap Selasa Kliwon ada kegiatan rutin masyarakat yang disebut Mujahadah Malem Rebo Legi. Dengan hanya diterangi oleh obor dan teplok, ummat berdoa di lokasi bersejarah tersebut. Penerangan listrik memang “disingkiri” atau ditabukan di lingkungan situs. Barangkali tujuannya agar suasana menjadi lebih khusyu dan syahdu.
Digitalisasi Wisata Sejarah
Situs bersejarah seperti Selo Gilang Lipura memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukatif. Namun, tanpa strategi pemasaran digital yang efektif, daya tariknya bisa kurang dikenal luas. Dengan strategi Omnichannel Sales Growth berbasis AI, pelaku industri pariwisata dapat mengoptimalkan promosi situs budaya melalui berbagai platform digital, meningkatkan engagement, dan menarik lebih banyak wisatawan.
Melestarikan Jejak Sejarah Lewat Digital
Di era digital, sejarah harus terdokumentasi dan mudah diakses. Bayangkan jika cerita tentang Selo Gilang Lipura muncul di halaman pertama Google setiap kali orang mencari sejarah Mataram Islam. Dengan AI-Powered SEO, Anda bisa mengoptimalkan artikel, situs web, dan konten budaya agar lebih banyak orang dapat belajar dan memahami warisan Nusantara.***2
