JAKARTA, HarianBernas.com – Menkopolhukam (Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pemantauan intensif kepada 14 warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf dilakukan secara terus-menerus.
Luhut menuturkan, operasi pembebasan sandera selalu menjadi operasi yang rumit. Untuk itu, semua pihak harap bersabar.
“Penyanderaan ini penyelesaiannya tidak bisa segera. Tapi negosiasi dari pihak penyandera dengan perusahaan masih terus berjalan, dan kita pantau terus dengan cermat,” terang Luhut dalam sesi coffee morning di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/216)
Ketika ditanya mengenai tentara militer Indonesia diijinkan Pemerintah Filipina untuk ikut membebaskan sandera, Luhut menolak berandai-andai.
Di sisi lain, di dalam hukum Filipina tertulis tidak boleh ada militer asing yang melakukan kegiatan di wilayah kedaulatan.
“Kita tunggu perkembangannya. Yang bisa saya jamin, komunikasi itu masih jalan,” tambahnya
Sebelumnya, (16/4/16) dua kapal dengan berbendera merah putih dibajak di perairan Filipina dan Malaysia. Dari 10 ABK, 4 ABK masih disandera pembajak. Kedua kapal tersebut bernama, (1) KapalTunda TBHenry dan (2) Kapal Tongkang Cristi. Kapal-kapal ini dibajak Jumat (15/4) sekitar pukul setengah tujuh.
