Sleman, HarianBernas.com– Festival seni budaya ketoprak ini akan dilaksanakan di Lapangan Sendangadi, Mlati 26 April hingga 4 Mei 2016. Festival ketoprak tersebut adalah sebagai wujud kepedulian dan perhatian pemerintah Kabupaten Sleman agar kehidupan seni teater tradisional (ketoprak) terus bertahan di tengah gencarnya budaya asing.
“Kami ingin menggugah kembali semangat kebersamaan dalam rangka beraktifitas dan kreativitas dalam bingkai kompetisi di kalangan seniman seniwati ketoprak dan sekaligus dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke 100,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi, Rabu (28/4).
Sebanyak 17 grup ketoprak perwakilan dari masing-masing kecamatan se -Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta akan berkompetisi dalam festival ketoprak dalam rangkaian acara Hari Jadi Kabupaten Sleman ke 100.
Menurut Ayu Laksmidewi, tujuan festival ketoprak ini adalah masyarakat luas seni bisa terus mengapresiasi seni terhadap tradisi lokal seni ketoprak sehingga terus lestari. Ajang ini akan menjadi ajang beraktivitas dan peningkatan kualitas seniman ketoprak sehingga eksistensi jati diri seniman ketoprak bisa bertahan dan terus menjadi salah satu akar budaya seni kerakyatan.
Sri Purnomo, Bupati Sleman menyatakan festival ketoprak akan menjadi media untuk mengapresiasi dan memberi ruang bagi para insan kesenian ketoprak di Kabupaten Sleman untuk dapat mengekspresikan diri dan berkreasi.
“Selain itu juga sebagai media bagi para seniman ketoprak se Kabupaten Sleman untuk dapat mempererat jalinan silatrurahmi, sebagai ajang untuk bertukar pengalaman dan ilmu sehingga dapat meningkatkan kualitas seniman ketoprak di Kabupaten Sleman,” katanya.
Melalui festival ini, Sri Purnomo berharap lestarinya frestival kethorprak akan dapat memperkuat bidang pariwisata di Kabupaten Sleman sehingga mendukung Kabupaten Sleman sebagai daerah tujuan wisata. Wisatawan, baik dalam maupun luar negeri, akan tertarik untuk berkunjung ke Kabupaten Sleman.
