HarianBernas.com – YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) telah melakukan penelitian tentang uji coba kebijakan kantong plastik berbayar pada 1 Maret – 6 April 2016. Hasilnya, konsumen cenderung menyarankan agar penggunaan kantong plastik saat berbelanja ditiadakan.
Peniadaan kantong plastik diungkapkan 65 responden atau 35,3 yang menjadi sasaran penelitian.
“Masyarakat dan konsumen sudah mendukung kebijakan (kantong plastik berbayar) ini dan secara ekstrem meminta tidak ada penggunaan plastik ini,” ucap Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI di Kantornya, Rabu (13/4).
Usulan peniadaan kantong plastik berbayar disampaikan konsumen karena ketidakjelasan pengelolaan kantong plastik berbayar.
“Paling banyak keluhan adalah konsumen merasa implementasi pengelolaan tidak jelas,” ungkap Nataliya Kurniawati dari bidang penelitian YLKI dalam waktu yang sama.
Kasusnya, banyak kasir yang tidak memberikan keterangan bahwa sudah menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar. Para kasir langsung memasukkan barang belanjaan konsumen ke dalam kantong plastik.
Saat konsumen menyadari tidak ingin menggunakan kantong plastik berbayar dan meminta uangnya kembali, mereka tidak bisa mengembalikan karena beralasan sudah masuk database.
Selain menyarankan ditiadakannya kantong plastik, responden juga menyarankan agar informasi penerapan kantong plastik berbayar ini lebih digencarkan. Konsumen juga mengusulkan adanya transparansi dana hasil penjualan kantong plastik dan penyediaan kantong alternatif belanjaan dengan harga lebih murah.
