JAKARTA, HarianBernas.com – Pada orang yang sudah didiagnosis diabetes, keadaan gula darah mesti benar-benar diperhatikan. Sebab itu kontrol setiap bulan perlu dilakukan. Lebih-lebih pada beberapa pasien, kondisi naiknya gula darah tidak memunculkan keluhan.
“Kalau gula darah naik dan menimbulkan keluhan, malah bagus. Karena bisa menimbulkan kewaspadaan. Jadi misalnya benar-benar menjaga makannya, dengan tidak makan yang manis-manis,” ucap dr Mulyani Anny Suryani Gultom, SpPD, spesialis penyakit dalam, dari Siloam Hospitals ASRI di sela-sela senam sehat yang digelar Tropicana Slim di area GOR Ragunan, Jakarta Selatan, pada Minggu (17/4).
Sebaliknya, seandainya tak ada gejala yang dirasakan ketika gula darah naik, sering kali menciptakan pasien merasa sudah lebih baik. Lantaran merasa lebih baik, sehingga obat dari dokter tidak lagi dikonsumsi. Bahkan mungkin membuat yang bersangkutan menjadi enggan kontrol ke dokter.
“Naiknya gula darah memang tidak seperti demam yang langsung terasa,” imbuh dr Mulyani.
Lebih Sering, gejala diabetes pula tak dicurigai sebagai diabetes. Terlebih apabila yang bersangkutan belum sempat memeriksakan kadar gula darahnya. Contohnya keluhan lemas dan capai dianggap wajar sebagai kurang istirahat.
“Sering merasa haus dan banyak buang air kecil juga dianggap wajar. 'Wajar dong saya buang air kecil terus kan memang minumnya banyak'. Karena itu penting banget untuk memeriksakan kesehatan setahun sekali,” papar dr Mulyani.
Yang juga menjadi perhatian, imbuhnya, umur pasien diabetes disaat ini telah makin belia. Bila beberapa tahun lalu umumnya pasien berumur 60 tahun, kala ini umur 30 tahun juga sudah ada yang terkena diabetes.
Dokter Mulyani sendiri sempat mendapat pasien diabetes yang usianya 16-17 tahun. Dari pemeriksaan didapati pasien tersebut terkena diabetes akibat pola hidup sehat yang dilakoninya sejak dini.
