JAKARTA, HarianBernas.com -Presiden Jokowi menyatakan sebelum beredar dokumen Panama Paper, pihaknya memiliki data tentang orang-orang Indonesia yang menyimpan dana di luar negeri.
“Sebelum Panama Paper, saya sudah punya satu bendel nama-nama yang nyimpen di Swiss, nyimpen di Singapura. Saya tahu,” ucap Presiden Jokowi di hadapan para gubernur seluruh Indonesia dan kepala daerah, Jumat (8/416).
Beredarnya dokumen Panama Papers menunjukkan sudah semakin terbukanya dunia saat ini, kata Jokowi.
“Nanti akan dibuka total, inilah dunia keterbukaan yang mau tidak mau harus kita hadapi. Kita harus mempersiapkan dan memperbaiki diri kata Jokowi.
Jokowi mengingatkan sebagai negara yang besar, Indonesia harus sadar bahwa sudah masuk integrasi antarwilayah, yaitu jika satu negara guncang, Indonesia akan terkena imbasnya.
Jokowi menyebutkan Indonesia sudah masuk ke Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan sebentar lagi tidak bisa menolak adanya skema serupa di kalangan Uni Eropa, Amerika Serikat, Tiongkok dan lainnya. Mau tidak mau, kita harus siap. Kalau tidak gabung, produk Indonesia yang kena pajak 15-20 persen.
Senin lalu, dokumen Panama Papers dipublikasikan secara ramai oleh seratus media di seluruh dunia. Isi Panama Papers adalah 11,5 juta dokumen yang ditelisik 370 jurnalis dari 76 negara dimulai setahun lalu. Banyak nama orang Indonesia (pengusaha, pejabat, dan politikus) disebutkan dalam dokumen Panama tersebut.
Di negara Panama, firma Mossack Fonseca banyak digunakan jasanya untuk mendirikan perusahaan di wilayah-wilayah surga bebas pajak (tax havens). Negara-negara bebas pajak (tax haven) di laporan Panama Paper adalah British Virgin Island, Panama, Cook Island, Bahamas, Seychelles, Niue, Samoa, British Anguilla, Nevada, Hongkong, Singapura, Mauritius, Jersey, Cayman Islands, dan Inggris
Dalam dokumen Panama itu, sejumlah orang dan perusahaan asal Indonesia diketahui membuat perusahaan cangkang (shell company) di negara-negara surga pajak dengan bantuan firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca
Nama-nama pejabat dan pengusaha di Indonesia yang muncul:
- James Riady, pemilik group Lippo
- John Riady yang mendirikan Golden Walk Enterprise Ltd dan Phoenix Pacific Enterprise Ltd di British Virgin Islands.
- Franciscus Welirang, salah satu Direktur Indofood Sukses Makmur, tercatat sebagai klien Mossack Foncesa.
- Sandiaga Uno, pebisnis terkemuka yang mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta, tercatat memiliki 3 perusahaan offshore di British Virgin Islands. Sandiaga memiliki Aldia Enterprises Ltd, Attica Finance Ltd, dan Ocean Blue Global Holdings Ltd.
- Muhammad Riza Chalid,pengusaha minyak
- Djoko S. Tjandra, pengusaha properti
- Erick Thohir,
- Muhammad Aksa Mahmud,
- Chairul Tanjung,
- Laksamana Sukardi,
- James T. Riady,
- Anindya N. Bakrie
- Rachmat Gobel
Diduga nama-nama orang Indonesia yang disebut dalam dokumen Panama itu mengemplang pajak. Namun, dugaan itu dibantah oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.
