JAKARTA, HarianBernas.com -Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan bahwa staf khususnya yang bernama Sunny Tanuwidjaja tidak pernah terlibat dalam proyek apapun. Dalam struktur organisasi DKI tidak pernah mengenal staf khusus gubernur, yang ada tim gubernur (7/4).
“Sunny tidak pegang proyek apapun. Lagi pula, dia bukan staf khusus atau anak magang juga. Saya sebenarnya seperti teman saja. Orang mau bilang staf khusus, ya bisa saja,” kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (7/4/16) malam.
Menurut Ahok sehari-hari itu, dia pertama kali bertemu dengan Sunny di tahun 2009 karena diminta menjadi pembicara di acara Labour Day Amerika.
“Kemudian, kami ketemu lagi tahun 2010. Sejak itu, kami jadi sering ketemu dan akhirnya dia seperti teman saja. Saya tidak pernah membayar gaji ke dia. Cenderung teman sih sebetulnya,” ujar Ahok.
Ahok menyangkal bahwa Sunny bukan staf khusus atau anak magangnya. Untuk itu, Sunny tidak pernah melaporkan kegiatannya setiap hari.
“Tidak, dia tidak pernah melaporkan kegiatannya setiap hari kepada saya,” jelas Ahok.
Menurut keterangannya, Ahok bercerita Sunny pernah bergabung dengan lembaga kajian dan riset opini publik, yaitu Center for Democracy and Transparency (CDT).
“Saya rasa dia mengikuti banyak yayasan atau organisasi, hanya saja tidak pernah bersentuhan langsung. Dia tidak masuk di Ahok Center, tapi dia pernah di CDT,” terang Ahok.
Ketika Sunny hendak memulai penyusunan disertasi untuk gelar doktor, Ahok memintanya untuk tidak lagi bergabung dengan lembaga tersebut agar lebih fokus dengan disertasinya.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Staf Khusus Ahok yang bernama Sunny Tanuwidjaja agar yang bersangkutan tidak bepergian ke luar negeri karena KPK sedang menyidik terkait reklamasi 17 pulau di Jakarta.
