JAKARTA, HarianBernas.com – Di Kementerian Dalam Negeri, Iriana Jokowi, Ibu Negara, meminta anggota PKK mengetahui macam-macam persoalan di masyarakat. Menurut Iriana Jokowi, hal ini dapat dilakukan secara langsung dengan mengunjungi masyarakat, Jumat (8/4/16).
“Ibu-ibu PKK harus aktif. Kalau tidak aktif, kasihan masyarakat yang sudah memilih,” ucap Iriana Joko Widodo.
Iriana bercerita saat blusukan bertemu masyarakat. Menurut istri Presiden Jokowi ini, ia beruntung bisa blusukan bersama suaminya.
“Kalau sudah berkegiatan, Ibu-ibu bakal senang ketemu masyarakat,” terang Iriana.
Jika ibu-ibu PKK sudah mendatangi seluruh daerahnya, harus kembali lagi melakukannya dari awal agar keluhan masyarakat akan tersalurkan dengan baik.
Tadi, Iriana ditemani oleh Mufidah Jusuf Kalla dan Erni Tjahjo Kumolo. Mereka mengikuti acara silaturahim dan pengarahan terkait PKK dan OASE Kabinet Kerja.
Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, Ketua Tim Penggerak PKK Pusat mengatakan bahwa organisasi PKK lahir karena kebutuhan masyarakat. Dia menyatakan bahwa setiap istri kepala daerah dan wakil kepala daerah bertanggungjawab terhadap program PKK.
Menurut Erni, PKK ada karena kebutuhan masyarakat. Gerakan ini merupakan mitra pemerintah. Karena itu kita sepuluh program PKK harus berjalan.
Gerakan PKK di masyarakat lahir dari rasa peduli Isteri Gubernur Jawa Tengah pada tahun 1967, Isriati Moenadi setelah menyaksikan rakyat kecil yang menderita busung lapar. Program PKK memiliki 10 segi pokok sehingga setiap istri kepala daerah harus melaksanakannya.
