JAKARTA, HarianBernas.com – Pertengahan April ini, Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan mengunjungi Kantor Pusat Uni Eropa (UE) di Brussel, Belgia.
“Saya telah bertemu Presiden dan menyampaikan undangan untuk mengunjungi institusi Uni Eropa,” kata Federica Mogherini, Komisioner Tinggi Politik Keamanan Luar Negeri UE di Ruang Palapa Kemenlu, Jakarta, Jumat malam (8/4).
Undangan tersebut, kata Federica Mogherini, adalah sesuatu yang spesial karena akan menjadi Presiden RI pertama yang mengunjungi Kantor Pusat Uni Eropa (UE) di Brussel, Belgia.
“Pak Jokowi menjadi Presiden pertama yang kami undang ke Institusi Uni Eropa,” tambahnya.
Menurut keterangan, Presiden Jokowi dijadwalkan mengunjungi Brussels sekitar tanggal 19 April 2016. Jokowi akan mengunjungi tiga negara anggota UE, yaitu Inggris, Belanda, dan Jerman.
Federica Mogherini hadir di Kemlu untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.
Dalam pertemuan tersebut disepakati peningkatan kerja sama Indonesia-UE melalui Perjanjian Kerjasama Ekonomi dengan tiga fokus:
- Akses pasar,
- Pembangunan kapasitas
- Perdagangan-investasi.
Saat rapat kerja dengan para kepala daerah, menurut Jokowi, saat ini kita telah memasuki era kompetisi. Kita bersiap diri. Yang belum baik, diperbaiki.
Menurut mantan walikota Solo ini, sebetulnya kita tidak perlu takut dengan kompetisi. Apa Indonesia siap? Ya kita harus siap.
Presiden menekankan kemudahan berusaha atau easy of doing business. Tingkat kemudahan berbisnis di tahun 2016, kita masih peringkat ke seratus sembilan, naik dari sebelumnya di peringkat seratus dua puluh. Tapi dibandingkan dengan negara ASEAN masih jauh tertinggal.
Saat ini, Uni Eropa merupakan mitra dagang ke-4 terbesar Indonesia dengan nilai dagang mencapai US$ 26,14 miliar pada 2015. Dari nilai tersebut, Indonesia surplus sebesar US$ 3,02 miliar. Ekspor utama RI ke negara-negara UE antara lain aneka mesin, kendaraan bermotor, farmasi, dan bahan bakar minyak.
