AUSTIN, HarianBernas.com – Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez terkejut dengan daya lekat ban belakang soft pabrikan Michelin di pada hari pertama GP Americas di Circuit of The Americas (COTA), Jumat (8/4/2016).
Menurutnya, dengan konstruksi yang sangat kuat, saya pikir kelengketan ban akan berkurang, tetapi ternyata lebih mencengkeram. Marquez berpendapat Michelin menyesuaikannya dengan memberi tekanan, jelas Marquez usai menjalani sesi latihan kedua.
Michelin memang penyuplai resmi ban belakang yang baru untuk GP Americas. Jumat kemarin, baru tersedia ban dengan berkompon lunak (soft). Sabtu ini, ban belakang berkompon lebih keras (hard) akan bisa dipakai.
Dengan ban berkompon soft tersebut, Marquez menjadi pebalap tercepat pada dua sesi latihan bebas. Putaran terbaiknya, yaitu 2 menit 4,034 detik.
Pada sesi sore, Marquez sudah membaik, tetapi catatan waktunya masih kritis. Pebalap Spanyol ini sempat terjatuh di tikungan 20 pada latihan ke-2.
Marc Marquez memang ingin menjadi tercepat di setelah menang di Moto GP Argentina kemarin.
Selepas balapan, Minggu (10/4), Pebalap Spanyol ini mengakui kunci keberhasilannya, yaitu pemilihan ban depan. Semula menggunakan ban tipe medium saat sesi pemanasan.
“Balapan tadi tidak mudah karena pada sesi pemanasan saya mencoba ban yang sama dengan pebalap lain, yakni medium. Karena beberapa alasan, saya merasa tidak nyaman,” terang Marquez dilansir dari Crash.net.
Setelah banyak berunding dengan timnya, pebalap Marquez memakai ban tipe soft saat balapan.
Marquez mengucapkan rasa terima kasih kepada timnya (Repsol Honda) dan penyuplai ban Michelin. Kami memilih ban soft. Marquez sempat ditanya karena ada keterbatasan masa pakai ban, tetapi pebalap Spanyol ini merasa tak masalah dengan hal itu, ujarnya pebalap Spanyol ini. Kemenangan di GP Americas adalah kemenangan keempat secara berturut-turut di COTA.
“Saya mengeluarkan semua potensi ban ini pada awal balapan dan sebisa mungkin memanfaatkannya untuk mmembuka jarak,” tambah Marquez.
Strategi penggunaan ban tipe soft yang dipilih Marquez terbukti jitu. Sempat memimpin dengan keunggulan delapan detik, dia akhirnya menuntaskan balapan dengan selisih 6,107. Lebih cepat dari Jorge Lorenzo di urutan kedua.
