YOGYAKARTA, HarianBernas.com– Tahun 2016, jumlah pengunjung pasar tradisional di Kota Yogyakarta naik 4,46 persen dibanding tahun 2015, tapi tidak semua pasar tradisional naik jumlah pengunjung, Rabu (11/5).
Kenaikan jumlah pengunjung pasar tradisional ini berpijak dari hasil survei pada 31 pasar tradisional selama tiga bulan awal tahun 2016 ini.
Berdasarkan hasil survei, jumlah pengunjung pasar tradisional sebanyak 147.326 orang per hari pada 2016 atau meningkat dibanding tahun sebelumnya 141.041 orang per hari.
Kenaikan jumlah pengunjung banyak disumbang dari Pasar Beringharjo, Pasar Giwangan, dan sejumlah pasar tradisional yang baru rampung direhabilitasi, misal Pasar Kranggan dan beberapa pasar kelas IV dan kelas V seperti Pasar Pakuncen.
“Kenaikan jumlah pengunjung di pasar tradisional bukti bahwa pasar tradisional masih menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Masih banyak warga yang membutuhkan pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” terang Rudi Firdaus, Kepala Bidang Pengembangan, Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta.
Jumlah pengunjung ke Pasar Kranggan yang baru rampung direvitalisasi naik dari 8.584 orang per hari pada tahun lalu naik menjadi 11.877 orang per hari pada tahun ini, sedangkan Pasar Beringharjo naik pengunjung sebesar 1,38 persen dan Pasar Giwangan meningkat 0,16 persen.
Lokasi Pasar Beringharjo yang strategis dengan jenis dagangan yang sangat lengkap, menjadi daya tarik pengunjung untuk datang ke pasar tersebut.
“Pengunjung yang datang ke Beringharjo tak hanya pengunjung lokal, tapi juga banyak dari luar daerah yang datang sehingga mampu mendongkrak jumlah kunjungan,” imbuhnya.
Di sisi lain, ada sejumlah pasar tradisional yang menurun jumlah pengunjungnya, yaitu Pasar Demangan. Penurunan ini salah satunya disebabkan oleh pedagang yang tak tertib berjualan, misal beberapa pedagang berjualan di depan pasar, tak masuk ke area pasar,” kata Rudi.
Rudi Firdaus berpendapat agar pasar-pasar yang mengalami penurunan pengunjung segera direhabilitasi agar kondisi di pasar tertata dan tertib sehingga masyarakat mau berbelanja di pasar tradisional.
