GUNUNG KIDUL, HarianBernas.com– Sumber daya manusia yang bisa mengelola geosite menjadi kendala dalam Pengelolaan Geopark Gunungsewu di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah sehingga tidak bisa bekerja maksimal, Senin (23/5).
Budi Martono, General Manager Geopark Gunung Sewu di Gunung Kidul, mengungkapkan pasca ditetapkannya Gunung Sewu menjadi kawasan Global Geopark Network oleh Unesco, kerja pemerintah di tiga provinsi semakin berat. Geopark Gunungsewu kekurangan SDM yang mampu mengelola keseluruhan geosite di Gunung Kidul.
Kawasan geopark merupakan kawasan dengan tata kelola berbasis tiga pokok, yaitu edukasi, konservasi, dan kesejahteraan masyarakat, jelas Budi Martono di acara “Urun Rembug Pengelolaan Geopark Gunungsewu di Kawasan Eko Wisata Gunung Api Purba”.
Budi Martono menyebut pihaknya akan selalu mendorong masyarakat Gunung Kidul agar dapat memanfaatkan status Gunung Kidul yang sudah diakui secara internasional.
“Yang kita perlukan adalah mengubah masyarakat kita, dari yang masyarakat agraris menjadi masyarakat pariwisata,” imbuhnya.
Salah satu dasar yang harus diperhatikan dalam pengembangan pariwisata, yaitu keamanan dan kenyamanan untuk para wisatawan. Sebanyak 13 pengelola geosite yang ada di Gunung Kidul dikumpulkan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh para pengelola.
“Kami ingin tahu kondisi yang saat ini dihadapi pengelola geosite,” ungkapnya.
Harapannya, dengan pertemuan 13 pengelola geosite dapat memetakan permasalahan yang akan bisa diselesaikan. Akan langsung dibuat matriknya sebagai bahan pertimbangan permasalahan yang harus diselesaikan lebih dahulu sehingga meuncul penyelesaian masalah secara tepat dan tepat untuk pengembangan kasawan Gunungsewu, terang Budi Martono.
“Kalau sudah dipetakan, kita tinggal cari dinas atau instansi yang bisa menyelesaikan permasalahan ini,” ungkapnya.
Saat ini, dinas kebudayaan dan kepariwisataan Gunung Kidul tidak hanya terhalang oleh SDM yang ada, tapi belum maksimalnya tingkat sosialisasi kepada masyarakat Gunung Kidul tentang kawasan geopark. Warga Gunungkidul perlu ikut berpatisipasi dalam pengembangan geopark.
“Kami harus bisa menyediakan sarana dan prasarana,” tutur Siti Isnaini Dekoningrum, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunung Kidul.
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunung Kidul mendukung penuh perkembangan kawasan Gunungsewu, imbuh Dekoningrum.
