YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan berharap sekolah-sekolah yang dikelola Muhammadiyah menjadi model untuk sekolah lain di Indonesia, Selasa (24/5).
Menurut Anies, pengelola sekolah-sekolah Muhammadiyah harus bisa mewarisi keteladanan KH. Ahmad Dahlan yang banyak membuat terobosan atau pembaruan dalam strategi dakwahnya. bukan sekadar berkutat pada sesuatu yang nyaman.
“Sekolah-sekolah yang dikelola Muhammadiyah harus bisa menjadi contoh sekolah yang berintegritas bagi sekolah lainnya,” terang Menteri Anies ketika menutup Konvesi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) yang digelar PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (24/5).
Untuk bisa menjadi contoh bagi sekolah lain, Muhammadiyah membutuhkan pembaruan standar, tak hanya mengacu standar dalam negeri, tapi dapat mengadopsi standar internasional. Standar yang dipakai standar dunia. Sekolah-sekolah Muhammadiyah harus dibandingkan dengan sekolah-sekolah di dunia, jelas Mendikbud.
Tantangan lembaga pendidikan di Indonesia saat ini, yaitu selalu ingin menerapkan standar yang nyaman, tanpa ingin memakai standar mutu yang diadopsi negara-negara lain. “Standar yang kita gunakan selalu standar yang membuat kita cepat puas,” kata dia.
Apabila standar mutu pendidikan yang dipakai sekolah terus berada di bawah negara-negara lain, menurut Anies, pendidikan di Indonesia sulit mencapai kemajuan.
Kemendikbud sudah memberikan pelatihan kepada banyak pendidik untuk memperkaya wawasan mengenai metode pembelajaran sekolah-sekolah di luar negeri. Tujuannya, para guru bisa melihat dunia. Jika guru terinspirasi, akan muncul orang cerdik pandai dengan wawasan luas, imbuh Anies.
