HarianBernas.com – Sebagai perwujudan program Nawacita, Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan diagendakan akan meresmikan prasarana transportasi yang megah dengan fasilitas lengkap di Indonesia Timur pada Sabtu 30 Mei-Senin 2 Mei 2016.
Pembangunan prasarana perhubungan udara dan laut telah sesuai dengan perwujudan program Nawacita yang berkonsep membangun Indonesia dari pinggiran. Prasarana itu diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan sosial-ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia Timur seperti diamanatkan dalam sembilan misi utama Kabinet Kerja tersebut.
Untuk pembangunan prasarana transportasi di kawasan timur Indonesia, pembangunan infrastruktur perhubungan darat dan laut menjadi sangat vital agar menjadi mendorong pembangunan yang merata, baik ekonomi atau sosial. Inilah yang dimaksud dengan Pembangunan Indonesia Centris.
Bandara Domine Eduard Osok (DEO), Sorong, Provinsi Papua Barat adalah bandara pertama yang akan diresmikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Sabtu (30/4).
Bandara terbesar dan paling ramai di ujung Kepala Burung Papua ini akan menjadi pintu masuk untuk menuju wisata alam laut paling populer saat ini, yaitu Raja Ampat. Bandara internasional akan dilengkapi dengan garbarata maupun fixed bridge untuk memberikan layanan terbaik bagi 9.000 pesawat per tahun (2014).
Tujuan dibangunnya bandara dengan mengambil nama tokoh pahlawan asli Papua akan bisa melayani jasa transportasi udara di kota Sorong dan sekitarnya agar kian meningkat. Bandara ini mampu melayani 500 ribu penumpang. Untuk, arus barang pertumbuhannya cukup pesat berkisar, yaitu 17,2 persen di tahun 2014 hingga sampai 3,06 juta barang per kilo kargo.
Selain bandara Domine, juga dibangun Bandara Mopah, Merauke, Papua. Bandara Mopah ini merupakan komitmen dari perwujudan konsep dasar Nawacita, yaitu yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat daerah pelosok melalui penambahan kemampuan bandar udara.
Pengembangan runway bandara Mopah pun lebih panjang dari bandara DEO, yaitu 2.500 x 30 meter. Apron dan gedung terminal memiliki luas 4.000 meter persegi.
Selain itu, juga ada pembangunan Bandara Djalaluddin, Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Bandara ini merupakan pengembangan salah satu bandara yang terbesar di Indonesia Timur. Untuk runway-nya saja sepanjang 2.500 dengan lebar 45 meter dan akan diperpanjang lagi sepanjang 3.000 dan lebar 400 meter. Pada tahun 2019 diharapkan bisa rampung. Gedung lama tetap dipertahankan untuk embarkasi haji dengan kapasitas menampung 250 jemaah.
Selain itu, di Kendari, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan akan meresmikan penggunaan terminal Bandara Matahora Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada 2 Mei 2016.
Karena Presiden Joko Widodo berhalangan hadir, peresmian terminal Bandara Matahora akan digantikan Menhub Jonan dan ditunda pada 2 Mei 2016.
Terminal Bandara Matahora menghabiskan dana sebesar Rp18 miliar lebih itu telah difungsikan sejak pertengahan tahun 2015, hanya belum diresmikan.
Tahun 2015, pengelolaan terminal bandara tersebut mendapat penghargaan dari Kementerian Perhubungan karena dinilai terbaik dari seluruh bandara yang satu tipe dengan Bandara Matahora di seluruh Indonesia.
Wakatobi saat ini telah menjadi salah satu dari 10 destinasi pariwisata unggulan Indonesia yang akan menjadi tujuan utama para wisatawan mancanegara.
