HarianBernas.com ? Yogyakarta memiliki segudang tempat wisata baik yang berupa alam maupun yang merupakan bangunan. Salah satunya adalah museum, yang di Jogja jumlahnya ada puluhan.
Seringkali museum dianggap sebagai obyek wisata sekunder, karena dianggap kuno dan tidak seru. Meski demikian ada beberapa museum yang menyajikan hal-hal asyik yang menarik untuk dikunjungi bahkan dipelajari. Berikut ini adalah lima museum paling asyik di sekitar Yogyakarta pilihan HarianBernas.com:
1. Museum Ullen Sentalu
Boleh dibilang, ini adalah salah satu museum terbaik di yang ada di sekitar Jogja, dan bahkan mungkin juga di Indonesia. Museum Ullen Sentalu dikenal karena yang menampilkan budaya dan kehidupan para bangsawan Dinasti Mataram Jawa. Museum ini memiliki berbagai koleksi batik unik dari Yogyakarta maupun Surakarta.
Ullen Sentalu sendiri merupakan singkatan dari ?ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku? kata-kata dalam Bahasa Jawa itu memiliki arti: ?Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan?.
Di museum ini pengunjung bisa melihat seperangkat gamelan yang tersimpan dalam Goa Selo Giri, sebuah goa buatan yang menembus ke bawah tanah. Di sebuah ruangan Ruang Putri Dambaan, dapat disaksikan koleksi barang milik Gusti Nurul Koesoemawardhani, putri cantik dari Dinasti Mataram yang kondang karena menolak cinta orang-orang terkenal seperti Presiden Soekarno dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Sementara di Ruang Sasana Sekar Bawana, pengunjung dapat menyaksikan lukisan raja Mataram serta sebuah patung dengan tata rias khas pengantin Jawa.
Keunikan lainnya dari Museum Ullen Sentalu ini adalah desain bangunannya yang mirip dengan kastil di Eropa dengan gaya gothik. Museum ini terletak di kawasan wisata Kaliurang, tepatnya di Jalan Boyong, Taman Wisata Kaliurang.
Baca juga: Ini Dia 5 Tempat Wisata Paling Ngehits di Yogyakarta
2. Museum Benteng Vredeburg
Benteng Vredeburg dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I atas permintaan pemerintah Kolonial Belanda di tahun 1760. Awalnya, benteng ini bernama Benteng Rustenburg yang artinya ?Benteng Peristirahatan?. Namun, karena bencana gempa bumi tahun 1867, benteng ini harus dibenahi dan diganti namanya menjadi Benteng Vredeburg yang artinya ?Benteng Perdamaian?. Tanggal 9 Agustus 1980, atas seijin Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Benteng Vredeburg dijadikan Pusat Informasi dan Pengembangan Budaya Nusantara. Sekarang, selain difungsikan sebagai museum, Benteng Vredeburg sering menjadi tempat berlangsungnya berbagai kegiatan seni dan budaya.
Benteng Vredeburg dikelilingi oleh parit yang lebar. Pengunjung yang mau memasuki benteng ini harus melewati sebuah jembatan penghubung. Di dalam bangunan benteng sendiri terdapat ratusan diorama yang menceritakan perjuangan rakyat Indonesia, koleksi benda bersejarah, foto-foto, dan lukisan yang menggambarkan perjuangan para pahlawan. Pengunjung juga dapat melihat indahnya pemandangan kota Yogyakarta dari menara pengawas yang ada di keempat sudut benteng. Selain itu, tersedia juga sepeda onthel yang bisa disewa untuk berkeliling mengitari bangunan benteng. Benteng Vredeburg berlokasi di Jalan Ahmad Yani No 6, Yogyakarta, di bagian selatan Malioboro. Benteng ini juga populer karena dekat dengan titik nol kilometer Yogyakarta, tempat para anak muda nongkrong di malam hari.
3. Museum Affandi
Museum Affandi adalah salah satu museum seni terbaik di Yogyakarta. Lokasinya ada di Jalan Laksda Adisucipto (Jalan Solo) no. 167. Museum ini didesain sendiri oleh pelukis legendaris tanah air, Affandi. Maestro seni rupa itu juga tinggal di sini hingga wafatnya di tahun 1990.
Kompleks Museum Affandi ini berdiri di tanah seluas 3.500 meter persegi. Di dalamnya terdapat tiga buah galeri, bangunan pelengkap, dan bangunan rumah tinggal Affandi dan keluarganya. Di Galeri I, pengunjung dapat melihat berbagai lukisan karya Affandi di masa awal hingga saat menjelang wafatnya. Terdapat juga sebuah mobil Colt Galant tahun 1976 yang telah dimodifikasi hingga menyerupai bentuk ikan. Di Galeri II pengunjung bisa menjumpai karya para pelukis yang ditampung Affandi, baik pelukis pemula ataupun mereka yang sudah senior. Sedangkan di Galeri III, pengunjung dapat melihat karya keluarga Affandi, sulaman Maryati sang istri, serta lukisan anak Affandi, Kartika dan Rukmini. Di dalam Museum Affandi juga terdapat peristirahatan terakhir Affandi yang dihiasi oleh pohon mawar di antara Galeri I dan Galeri II.
4. Museum Tembi (Rumah Budaya Tembi)
Museum Tembi atau Rumah Budaya Tembi berada di Jl. Parangtritis km 8,4 Desa Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul. Museum yang diresmikan tahun 1999 ini merupakan museum yang menyimpan benda-benda warisan Jawa. Di dalam Museum Tembi kita dapat melihat 3.000 koleksi budaya masyarakat Jawa. Di antaranya adalah tombak, pedang, keris, wayang kulit, peralatan dapur, peralatan bertani, mainan anak tradisional, koleksi sepeda motor kuno, foto-foto kuno, berbagai ragam motif batik hingga buku-buku Sastra Jawa kuno.
Anda juga bisa melihat senthong (bilik/kamar) sesuai tata ruang dalam rumah adat Jawa. Senthong terbagi menjadi tiga, yaitu senthong tengah sebagai tempat berdoa, senthong kiwo untuk menyimpan hasil panen, dan senthong tengen sebagai tempat tidur. Tiap bulan, Museum Tembi setiap mengadakan kegiatan rutin seperti pertunjukan tari tradisional dan pertunjukan wayang. Ada juga pembacaan sastra bulan purnama yang digelar juga tiap bulan di sini. Museum Tembi juga menyediakan berbagai paket kegiatan tradisional seperti membajak sawah dengan sapi, membatik, dan bermain gamelan.
Tembi Rumah Budaya juga merupakan guest house yang menyediakan 9 buah bale inap berkonsep cottage (pondhokan) dengan nuansa etnik. Di sini terdapat serta kolam renang (belik) yang diperuntukkan untuk pengunjung umum.
Baca juga: Gereja Ayam, Tampat Asyik Lihat “Sunrise” ala Rangga dan Cinta
5. Museum Batik Yogyakarta
Museum batik pertama di Kota Yogyakarta ini didirikan oleh Hadi Nugroho pada tahun 1977. Lokasinya berada di Jl. Dr. Sutomo No. 13 A, Yogyakarta.
Di museum seluas 400 meter persegi ini tersimpan lebih dari 1.200 koleksi perbatikan. Ini terdiri dari 500 lembar kain batik tulis, 560 batik cap, 124 canting, wajan, bahan pewarna, dan juga malam. Beberapa koleksinya yang terkenal adalah Kain Panjang Soga Jawa (1950-1960), Kain Panjang Soga Ergan Lama (tahun tidak tercatat), Sarung Isen-isen Antik (1880-1890), Sarung Isen-isen Antik/Kelengan (1880-1890) buatan Nyonya Belanda EV. Zeuylen dari Pekalongan, dan juga Sarung Panjang Soga Jawa (1920-1930) buatan Nyonya Lie Djing Kiem dari Yogyakarta. Koleksi batik tertuanya berasal dari sekitar tahun 1700-an.
Selain batik, di Museum Batik Yogyakarta juga terdapat adalah sulaman tangan karya Dewi Sukaningsih, istri Hadi Nugroho. Sulaman tangan bergambar wajah ini sangat mirip dengan foto aslinya. Beberapa di antaranya adalah sulaman wajah Bunda Theresa, Paus Yohanes Paulus II, Pangeran Diponegoro, dan juga Sultan Hamengkubuwono IX.
Ternyata 5 museum paling asyik di Jogja tadi sangat menarik untuk dikunjungi bukan? Siapkan diri Anda untuk melakukan wisata museum di Yogyakarta di liburan kali ini, dijamin asyik. Selamat jelajah museum.
