HarianBernas.com – Setiap manusia terdiri dari fisik, pikiran, emosi, dan spirit. Kondisi fisik sangat dipengaruhi oleh kondisi pikiran dan emosi. Aktivitas fisik juga dipengaruhi oleh pikiran dan emosi. Oleh karena itu, agar fisik melakukan aktivitas-aktivitas positif, maka terlebih dahulu pikiran dan emosi harus dikelola ke arah yang positif.
Mengelola pikiran dan emosi meliputi dua macam aktivitas utama, yaitu mengarahkan dan menjaga. Mengarahkan pikiran dan emosi mencakup persoalan tentang sejauh mana kita mampu merubah pikiran dan emosi kita dari negatif menjadi positif atau dari bad mood menjadi good mood sesuai dengan keinginan kita. Sementara itu menjaga pikiran dan emosi mencakup persoalan tentang sejauh mana kita mampu memelihara kondisi pikiran dan emosi agar selalu positif serta melindunginya dari input-input negatif.
Mengarahkan dan menjaga merupakan aktivitas yang sama pentingnya serta saling mendukung satu sama lain. Mengarahkan berorientasi pada hasil jangka pendek, sedangkan menjaga berorientasi pada hasil jangka panjang. Di dalam menjaga dan mengarahkan pikiran dan emosi, kita harus memiliki prinsip yang kuat.
Prinsip adalah sesuatu yangpaling mendasar. Prinsip merupakan sesuatu yang kita jadikan pegangan, pedoman, dan syarat. Dengan menguasai prinsip, kita bisa menciptakan metode atau cara sendiri. Dalam mengelola pikiran dan emosi, ada 5 (lima) prinsip yang harus kita pahami (Gunawan & Setyono, 2007).
1. Kita Tidak Identik dengan Pikiran dan Emosi Kita
Prinsip yang harus benar-benar kita pahami adalah ?kita seharusnya bisa mengelola pikiran dan emosi kita,? karena kita tidak identik atau sama dengan pikiran dan emosi itu sendiri. Jiwa memiliki kuasa sepenuhnya atas tubuh, pikiran, dan emosi. Jiwa bisa memilih apa yang kita pikirkan. Jiwa bisa memilih apa yang ingin kita rasakan. Jiwa juga bisa memilih untuk tidak memilih.
2. Semua Kejadian Itu Netral
Peristiwa apapun yang kita alami tidak pernah memiliki maknanya sendiri. Atau dengan kata lain, setiap peristiwa atau kejadian itu netral. Kitalah yang memberikan makna terhadap setiap peristiwa. Setelah pikiran kita memberi makna akan muncul emosi yang kemudian dilanjutkan dengan perbuatan. Itulah yang menjelaskan mengapa meskipun peristiwanya sama setiap orang belum tentu memiliki respons yang sama. Sebagai contoh, ketika kita mengalami peristiwa putus cinta. Sebagian memberi makna dunia sudah kiamat. Tetapi, ada yang member makna bahwa Tuhan masih sayang sama kita. Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk mendapatkan yang lebih baik.
3. Pikiran, Emosi, Spirit, dan Tubuh Merupakan Satu Kesatuan
Semua hal yang ada di alam saling terkait, saling bergantungan, dan saling mempengaruhi. Demikian pula hubungan antara pikiran, emosi, spirit, dan tubuh. Implikasi dari hal itu adalah jika ada suatu perubahan pada salah satu di antara spirit, emosi, pikiran, dan tubuh, pasti akan mempengaruhi yang lainnya. Jika kita merubah tubuh kita, maka spirit, pikiran dan emosi kita akan berubah. Misalnya, saat perut kita lapar maka kita lebih sulit untuk berpikir dan mudah marah. Perlakukan pikiran, emosi, spirit, dan tubuh kita sebagai sebuah sistem yang saling mempengaruhi.
4. Kita Memiliki Dua Alam
Kita sebenarnya memiliki dua alam di dalam diri kita yaitu alam sadar dan alam bawah sadar. Alam sadar berfungsi untuk mengetahui dan menganalisis, sedangkan alam bawah sadar berfungsi sebagai gudang penyimpanan informasi (database) dan mekanisme otomatis. Dengan adanya alam bawah sadar, kita bisa mengingat sesuatu, karena alam bawah sadar kita juga bisa melakukan sesuatu secara refleks. Pada alam bawah sadar tersimpan kekuatan kita yang sebenarnya karena alam bawah sadar terhubung dengan sumber kekuatan tidak terhingga yaitu Tuhan.
Meskipun demikian kita harus hati-hati karena alam bawah sadar tidak melakukan analisis. Maksudnya, alam bawah sadar tidak mempertanyakan apakah informasi yang masuk benar atau salah. Alam bawah sadar juga tidak bisa membedakan mana yang realitas dan mana yang imajinasi. Kita juga harus mengontrol apapun yang kita pikirkan dan rasakan karena apapun yang sering kita pikirkan dan rasakan (baik positif maupun negatif) akan selalu terekam pada alam bawah sadar kita. Sekali terekam butuh waktu lama untuk menghilangkannya.
5. Emosi adalah Sebuah Indikator
Kita memiliki indikator yang selalu memberikan petunjuk. Indikator tersebut adalah emosi atau perasaan kita. Setiap kali kita merasakan emosi tertentu sebenarnya selalu ada pesan yang ingin disampaikannya. Informasi yang akan disampaikan oleh emosi mencakup tentang apa yang sedang kita pikirkan, apa yang ada pada alam bawah sadar kita, apa yang terjadi dengan tubuh kita, dan apa yang seharusnya kita lakukan.
Kelima prinsip di atas, merupakan prinsip-prinsip dasar dalam mengelola pikiran dan emosi untuk mencapai kesuksesan. Jadi, kesuksesan ditentukan oleh perubahan di dalam internal kita, bukan karena yang terjadi di luar. Perubahan eksternal adalah perubahan yang terjadi pada alur kehidupan yang kita alami. Hal itu sebenarnya terjadi sebagai akibat dari perubahan yang terjadi pada dimensi internal kita. Beberapa indikasinya, yaitu alur kehidupan yang terjadi sesuai dengan yang diinginkan, mendapatkan banyak kemudahan untuk mencapai tujuan/cita-cita, selalu menemukan solusi ketika menghadapi masalah, dan lain sebagainya.
Akhir kata, carilah kebahagiaan, kedamaian hidup, dan kebijaksanaan tertinggi yang ada di dalam diri kita. Sesungguhnya hidup adalah serangkaian pilihan dan keputusan.
