TEMANGGUNG, HarianBernas.com – Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, membatasi pasokan elpiji ukuran tiga kilogram di tingkat pengecer. Hal ini untuk mengantisipasi melambungnya harga bahan bakar bersubsidi tersebut.
“Sesuai ketentuan, memang penjualan elpiji di tingkat pengecer tidak diatur dan yang diatur hingga titik pangkalan, maka barang lebih banyak di pangkalan,” ungkap Sekretaris Tim Monitoring Tata Niaga Elpiji Kabupaten Temanggung Arief Mujiono di Temanggung, Senin (13/6/16).
Harga elpiji di tingkat pangkalan dengan ukuran tiga kilogram, yakni Rp 15.500 per tabung. Arief Mujiono mengatakan pasokan elpiji ke tingkat pengecer dibatasi. Kini para pengecer hanya mendapat jatah lima tabung gas, sebelumnya mereka mendapat pasokan 10 tabung setiap harinya.
Ia mengimbau kepada warga agar membeli elpiji di pangkalan dengan harga Rp 15.500. Lebih lanjut, ia menyatakan masyarakat tidak akan kesulitan membeli tabung di pangkalan. Pasalnya, kini tersedia 341 pangakalan yang tersedia di 289 desa/kelurahan wilayah Kabupaten Temanggung.
Sebaliknya, bila masyarakat mencari gas elpiji di tingkat pengecer maka akan kesulitan karena pasokannya dikurangi. Maka, ia memastikan bahwa masyarakat dapat membelinya di pangkalan yang jelas tersedia.
Apalagi di bulan Juni, katanya, bersamaan dengan bulan Ramadhan maka pasokan elpiji yang berukuran tiga kilogram di tingkat kabupaten justru ditambah hingga 13,4 persen.
