HarianBernas.com – Laba-laba merupakan makhluk hidup yang berukuran kecil. Laba-laba termasuk jenis hewan yang berbuku-buku dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, dan memiliki mulut pengunyah.
Semua laba-laba mampu menghasilkan benang sutera. Benang sutera ini adalah helaian serat protein yang tipis, tetapi cukup kuat. Serat sutera ini digunakan untuk membuat jaring yang sering disebut jaring laba-laba. Serat sutera ini, selain digunakan untuk membuat jaring, juga digunakan untuk menjerat musuh, membuat kantung telur, dan melindungi lubang sarang.
Laba-laba sering membuat sarang diberbagai tempat, terutama di sudut-sudut ruangan. Hal ini menyebabkan laba-laba dikelompokkan sebagai salah satu binatang pengganggu. Sarang laba-laba menyebabkan rumah kelihatan kotor dan tidak nyaman.
Kita tidak akan mengulas itu lebih jauh, tetapi ada hal menarik yang bisa kita pelajari dari perilaku laba-laba. Coba kalau kita merusak jaring laba-laba dan dengan segera ia akan membuat lagi. Ketika dirusak lagi, lagi ia membuat dengan sabar dan sempurna. Sebanyak apapun kita merusak, ia kembali membuat sarangnya dengan penuh semangat. Kecuali kalau laba-laba kita bunuh, baru ia akan berhenti membuat sarangnya.
Pelajaran apa yang bisa kita peting dari perilaku laba-laba tersebut? Perilaku laba-laba tersebut memberikan petunjuk bahwa kita harus menghadapi kerasnya hidup ini dengan tekad yang kuat dan pantang menyerah.
Jangan pernah ada kata menyerah, apabila kita sedang berusaha meraih impian. Orang yang gagal adalah orang yang selalu mencari alasan atas kegagalannya. Orang yang gagal adalah orang yang berhenti berusaha. Sebaliknya, orang yang berhasil adalah orang yang selalu mencari jalan atas kegagalannya. Orang yang berhasil adalah orang yang selalu bangkit setiap kali mengalami kegagalan.
Tahukah kita bahwa keberhasilan dalam hidup ini tidak hanya sekadar berada pada tempat dan waktu yang tepat, tetapi juga berada pada tempat dan waktu yang salah, namun tidak pernah menyerah?
Kita boleh saja memiliki impian yang besar, tetapi tanpa semangat, kerja keras, kerja cerdas, ketabahan hati, tahan uji, pantang menyerah, maka impian itu hanyalah sebuah fantasi atau khayalan belaka. Kita tak akan pernah melihat impian itu menjadi nyata dalam hidup ini. Kita hanya bisa menikmati impian dalam pikiran atau imajinasi saja.
Ketika kita putus asa, ragu, lelah atau hampir diambang kegagalan, ingatlah kembali akan impian yang ingin diraih. Impian itu akan menjadi sumber inspirasi yang akan selalu menguatkan kita dan memberi sebuah motivasi yang besar.
Hidup ini memang keras, tetapi bukan berarti harus menyerah begitu saja tanpa mencoba cara yang lain. Biarlah kesuksesan yang ditemukan pada diri orang lain menjadi cambuk untuk kita bangkit kembali.
Kalau mereka bisa berhasil, kenapa kita tidak bisa seperti mereka? Jangan pernah menyerah dan teruslah berjuang, itulah kuncinya.
Perjuangan adalah salah satu ciri kehidupan, maka hadapilah. Perjuangan memang butuh tekad yang kuat untuk memenangkan kehidupan ini. Perjuangan juga butuh pengorbanan, maka lakukankalah.
Pengorbanan yang diperlukan dalam sebuah perjuagan adalah keringat (lelah fisik), pikiran, waktu, dan yang lainnya. Tetapi, yakinlah bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia. Setiap perjuangan pasti membuahkan hasil tanpa harus kita berharap akan hasilnya.
Kita sebagai manusia hanya dibutuhkan kesabaran atas apa yang kita perjuangkan. Berjuanglah di jalan dharma (kebenaran, kebajikan, keadilan), walaupun banyak tantangan pasti selalu ada solusi.
Tuhan selalu berada pada orang-orang yang berjuang di jalan dharma. Teruslah berjuang demi meraih impian mulia apapun itu bentuknya. Tuhan selalu bersama kalian.
I Gede Astawan @ Penulis Buku Jalan Spiritual Menuju Hidup Bahagia
Email: astawan@undiksha.ac.id
