HarianBernas.com – Pergi ke tempat wisata adalah hal sangat menyenangkan untuk menghabiskan waktu liburan. Terlebih lagi jika pergi bersama dengan keluarga besar atau dengan teman dekat bahkan pasangan kita. Banyak manfaat berlibur, contohnya dapat menyegarkan pikiran kita dan membuat badan terasa lebih rileks usai sibuk dengan kegiatan rutin pekerjaan. Namun ketika kita mengunjungi tempat wisata, kita harus dapat menghormati peraturan yang ada di tempat tersebut dan menempatkan diri dengan adat yang berlaku. Berikut ini adalah mitos di tempat wisata yang ada di Indonesia.
Berbagai Mitos di Tempat Wisata di Indonesia
1. Mitos pohon beringin kembar di Alun-alun Kidul Yogyakarta
Salah satu kawasan yang sangat populer di Yogya adalah Alun ? alun Kidul. Di alun ? alun tersebut terdapat mitos jika ada seseorang yang berhasil berjalan melewati dua pohon beringin yang berada di tengan alun ? alun sembari ditutup matanya maka cita-cita orang tersebut akan tercapai.
2. Larangan memakai baju berwarna hijau ketika mengunjungi Pantai Parangtritis
Banyak yang meyakini jika berkunjung ke pantai selatan khususnya pantai Parangtritis dengan memakai pakaian berwarna hijau dapat berujung petaka. Karena warna hijau adalah warna kesukaan Nyi Roro Kidul, penguasa pantai selatan.
3. Dilarang berkunjung ke Candi Prambanan ketika sedang haid
Candi Prambanan memiliki beberapa mitos yang telah banyak diketahui oleh masyarakat, diantaranya mitos Roro Jonggrang. Candi ini adalah tempat pemujaan, seperti halnya pura, tempat ibadah umat Hindu. Pada umumnya, menurut tradisi, orang haid atau menstruasi dilarang masuk pura. Karena itu, ada baiknya para wisatawan yang ingin berwisata ke Candi Prambanan memperhatikan pula hal ini.
4. Dilarang jahil saat mengunjungi Candi Borobudur
Pernah terjadi kasus kesurupan massal, karena ada pengunjung yang mencoba menggeser batu stupa di kawasan candi Borobudur. Karena itu, bila mengunjungi candi Borobudur dan candi lain di Nusantara, hendaknya menjaga ucapan, pikiran, dan tindakan agar tidak terjadi hal-hal yang buruk. Jika Anda ingin berkunjung ke Candi Borobudur, pastikan tidak memanjat stupa karena itu merupakan tempat ibadah.
5. Dilarang terlalu lama berada di Goa Pantai Karangbolong
Pantai Karangbolong di Serang, Banten memiliki mitos yang berkembang di masyarakat yaitu pengunjung pantai dilarang terlalu lama bermain di sekitar goa yang terdapat di pantai tersebut. Karena goa tersebut dipercaya dihuni oleh berbagai macam jenis makhluk halus.
Baca Juga: 7 Tempat Wisata di Bogor yang Cocok untuk Liburan Bareng Keluarga
6. Dilarang berkata kotor dan buang air sembarangan di air terjun Coban Rodo
Air terjun Coban Rondo yang berada di Malang, Jawa Timur memiliki beberapa larangan yang harus diperhatikan. Diantaranya adalah larangan mengucapakan kata kotor dan buang air di sembarang tempat. konon kabarnya penunggu air terjun ini akan mengganggu dan mengikuti Anda.
7. Larangan membawa pacar ke jembatan Grojogan Sewu, Karanganyar
Terdapat beebrapa mitos di Grojogan Sewu, Kabupaten karanganyar. Jika ada pengunjung yang datang bersama dengan pasanganya yang belum sah dan melintasi jembatan kecil yang terdapat di Grojogan Sewu maka hubungan mereka akan berakhir tidak lama setelah mengunjungi tempat wisata tersebut.
8. Jangan membawa pasangan Anda ke jembatan merah Kebun Raya Bogor
Sebuah mitos yang beredar di Kebun Raya Bogor adalah pengunjung yang datang membawa pasangannya dilarang melintasi jembatan merah jika tidak ingin hubungan mereka berakhir dalam waktu dekat. Menurut cerita di masyarakat, jembatan tersebut dihuni oleh makhluk halus berwujud perempuan yang bunuh diri di jembatan itu setelah putus cinta.
9. Batu Cinta di Situ Patenggang Bandung
Mitos yang berada di tempat ini berbeda dengan mitos cinta yang terdapat di Grojogan Sewu dan Kebun Raya. Jika Anda membawa pasangan ke batu cinta yang berada di Danau Situ Patenggang Bandung maka hubungan Anda dengan pasangan Anda justru akan bertahan lama. Menurut cerita warga, batu cinta yang berada di Situ Patenggang merupakan tempat pertemuan Dewi Rengganis dengan kekasihnya, yaitu Ki Santang.
10. Pasir hisap di Gunung Bromo
Keindahan Gunung Bromo di Malang, Jawa Timur, jangan sampai membuat Anda terlena, sebab warga sekitar Gunung Bromo meyakini terdapat pasir hisap yang hidup dan dapat menghisap seseorang sampai ke dalam tanah di sekitar area padang savana Gunung Bromo. Memang sedikit di luar akal sehat, tapi kejadian ini pernah terjadi.
Peluang Bisnis dan Cara Mengembangkannya
Bicara soal bisnis, ada banyak peluang bisnis jika Anda tinggal di sekitar tempat wisata. Misalnya bisnis kuliner, penyewaan kendaraan, bisnis penginapan, dan masih banyak peluang lain jika Anda mau eksplor lebih dalam.
Ada berbagai cara untuk mengembangkan bisnis secara efektif, salah satunya dengan optimasi SEO di mesin pencari. Seperti yang kita tahu, kebanyakan orang mencari sesuatu ke mesin pencari atau lebih familiar dengan Google. Nah, ini adalah kesempatan untuk menempatkan bisnis Anda agar bisa tampil di halaman Google.
Selain itu, strategi omnichannel sales growth juga merupakan cara yang tepat untuk mengembangkan bisnis. Dengan integrasi AI dan teknologi lain, akan memudahkan Anda mengelola bisnis hanya dengan mudah.
Bagaimana caranya? Jika ingin memahami lebih jauh mengenai layanan SEO dan strategi Onmichannel Sales Growth, Anda bisa menghubungi kami melalui WhatsApp.
Di sisi lain, jika Anda sedang mencari jurusan yang tepat di bidang bisnis, Jurusan Kewirausahaan di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) adalah pilihan yang tepat.
Tak hanya mendapat materi pembelajaran, tetapi juga akan praktik secara langsung dan berkesempatan mendapat penghasilan. Bagaimana? Menarik kan? Kunjungi website PMB UNMAHA untuk informasi lebih lanjut. (1)
