HarianBernas.com – Benarkah apa yg anda lakukan ujung ujungnya adalah untuk mendapatkan kebahagiaan ? Misalnya anda ingin rumah besar, untuk apa punya rumah besar ? untuk bisa tinggal bersama keluarga, untuk apa ? untuk bisa lebih bahagia.
Kemudian anda ingin beli mobil baru, untuk apa ? untuk bisa dipakai untuk kerja ataupun jalan jalan, untuk apa ? untuk lebih bahagia. anda ingin punya penghasilan besar, untuk apa ? untuk perasaan aman dan bisa melakukan apa yang kita senangi.
Semua tindakan kita ujung ujungnya adalah untuk mendapatkan kebahagiaan atau paling tidak menghindari sengsara.
Orang melakukan bunuh diri pun sebenarnya adalah untuk menghindari penderitaan yang sangat pedih, hingga dia memutuskan untuk mati dan menghindari penderitaan yang sangat pedih tersebut.
Beberapa orang berkata, kebahagiaan itu mengingat masa lalu dan membayangkan masa depan. Beberapa orang berkata kebahagiaan itu adalah saat ini. Ini yang mendorong Henri Bergson, filsuf Prancis, untuk berkata: “Semua pemikir ulung dalam hal kemanusiaan membiarkan arti kebahagiaan dalam samar agar masing-masing bisa menjelaskan dengan cara mereka sendiri.”
Matthieu Ricard , ahli biokimia yang beralih menjadi biksu Budha berbicara tentang perbedaan kebahagiaan dan kepuasan. Bila Anda melihat pada karakteristik dari keduanya, kepuasan itu berubah-ubah tergantung waktu, objek, maupun tempat. Sesuatu yang berubah secara alami.
Ibarat kue coklat; suguhan pertama terasa enak, kedua tidak terlalu, kemudian kita mulai mual. Tapi begitulah adanya, kita menjadi bosan. persis juga dengan mendengar musik idola anda, anda bisa mendengar berkali kali mungkin sampai 10 kali tapi apa yang terjadi kalau anda memutarnya sampai seharian? Lama-lama pun anda juga pasti muak.
Tapi berbeda dengan kebahagiaan yang sesungguhnya. Kebahagiaan itu tentunya kata yang cukup samar, sebut saja “kenyamanan”. Jadi, menurut Matthieu Ricard bahwa kenyamanan itu bukan semata-mata sensasi kenikmatan. Itu perasaan mendalam dari ketenangan dan pemenuhan diri. Keadaan damai dimana meskipun kejadian terburuk menimpa.
Bila Anda melihat laut, kadang terlihat indah, tenang seperti cermin. Kadang ada badai, tapi dalamnya lautan tetap sama, tidak berubah. Bagaimana itu bisa terjadi? itulah kebahagiaan sesungguhnya, bukan emosi, bukan sensasi sesaat. Begitulah Matthieu Ricard menjelaskan soal kebahagiaan.
Bagaimana kita mampu memberi arti, bagaimana kita mengontrol emosi dan tetap tenang dalam keadaan apapun. Hal inilah yang perlu dilatih untuk selalu mampu melihat bahwa segala sesuatu sebenarnya adalah kebahagiaan.
Salam Dahsyat !!
Jansen Frank | Service Excellence Trainer
Bila Anda ingin mendapatkan pelajaran yang saya pelajari setiap hari gratis dan langsung saya kirimkan via WhatsApp ke Anda,silakan hubungi/SMS/WA ke: 0818 0856 5478 atau e-mail: jansen.franks@gmail.com
