HarianBernas.com — Pernahkah anda melakukan kesalahan? Pernahkah anda gagal? Apa yang anda rasakan? Ya betul melakukan kesalahan itu sungguh tidak enak, seolah olah kesalahan atau kegagalan adalah hal tabu. Ya begitulah sistem pendidikan kita yang mengajarkan tentang melakukan kesalahan atau kegagalan.
Coba ingat ingat dulu waktu di sekolah? Saat disuruh ngerjain soal atau ujian jika nilai jelek akan dihukum, kalau melakukan sesuatu yang berbeda diberi hukuman juga. Ya sistem pendidikan yang mengajarkan kita untuk membenci kesalahan dan kegagalan.
Padahal kesalahan dan kegagalan adalah sarana kita untuk belajar. Saat orang takut untuk salah maka itu seperti memenjarakan kreativitas, penghalang untuk mencoba hal hal baru yg berarti penghalang kemajuan.
Sama seperti bayi yang baru belajar jalan, coba bayangkan kalau bayi saat belajar jalan dan jatuh. Terus anda mengingatkan untuk gak usah coba coba jalan lagi deh nanti jatoh. Apa yang terjadi ? Si bayi tak akan bisa jalan!
Begitu juga dengan naik sepeda, sudah pasti jatoh jatoh dulu baru bisa. Yang namanya mempelajari hal baru ya sudah pasti salah dulu. Ironisnya sistem pendidikan kita melarang kita untuk salah yang akhirnya membuat mental kita takut untuk mencoba.
Mungkin dengan karyawan anda juga seperti itu. Kalau salah langsung dimarahin. Izinkanlah karyawan anda melakukan kesalahan dan belajarlah bersama sama dari kesalahan tersebut. Kalau anda memarahi karyawan anda yang salah, apa yang terjadi? Di kemudian hari dia malah menyembunyikan kesalahan yang dia buat agar anda tidak memarahinya, yang berarti anda merasa semua baik baik saja padahal ada banyak masalah yang mengerogoti bisnis anda.
Maka tak heran juga anda melihat karyawan anda lebih takut kepada komplain atasan daripada komplain pelanggan.
Semoga kita lebih positif memandang arti kesalahan dan kegagalan
Jansen Frank | Authorized Trainer of Xcellence International
Bila Anda ingin mendapatkan pelajaran yang saya pelajari setiap hari gratis dan langsung saya kirimkan via WhatsApp ke Anda,silakan hubungi/SMS/WA ke: 0818 0856 5478 atau e-mail: jansen.franks@gmail.com.
