SEMARANG, HarianBernas.com ? Pemerintah Provinsi Jawa Tengah direncanakan membentuk Tim Mudik Lebaran 2017 sejak dini. Tujuannya, mempersiapkan berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dengan lebih matang dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama arus mudik dan balik Lebaran 2017 mendatang.
“Pembentukan panitia atau tim mudik sejak dini ini untuk mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk sistem informasi dan teknologi dengan lebih baik,” ungkap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Rabu (13/7/16).
Gubernur Jawa Tengah menyatakan pembentukan Tim Mudik 2017 ini dilakukan pada rapat evaluasi pelaksanaan arus mudik dan balik pada Lebaran 2016 ini. Lebih lanjut, pada rapat evaluasi tersebut membahas mengenai solusi terkait dengan terjadinya kemacetan parah di pintu keluar Tol Brebes Timur atau yang dikenal Brexit.
Saat arus mudik , lanjutnya, antrean kendaraan mengular hingga puluhan kilometer. Maka peristiwa tersebut perlu dicarikan solusi agar tidak terjadi kembali di tahun berikutnya. Sehingga perjalanan mudik tidak lagi terhambat kemacetan parah.
Ganjar menuturkan antrean panjang terjadi karena pemerintah tidak begitu memperhatikan manajemen risiko yang ditimbulkan, yakni sistem pembayaran tol sekali bayar. Hal inilah yang menyulitkan para petugas di gerbang tol memberikan uang kembalian disaat kendaraan datang bersamaan.
Gubernur Jawa Tengah meminta maaf kepada masyarakat terkait dengan pelayanan mudik Lebaran 2016 karena dinilai masih mengecewakan.
