HarianBernas.com – Bunglon adalah sejenis kadal kecil yang biasa hidup di pohon. Bunglon adalah hewan yang eksotis dari kelas reptil. Tampilannya mirip hewan purba. Bentuk rupanya sangat mirip dengan kerabatnya yaitu iguana.
Kita bisa belajar dari kehidupan bunglon, jika di dunia sales seperti menciptakan banyak instrumen cara berjualan, salah satunya dengan menggunakan strategi omnichannel yang memanfaatkan teknologi sekarang, terutama AI.
Baca juga: AI Power Omnichannel Sales Growth: Strategi Tingkatkan Penjualan Era AI
Sepintas hewan bunglon sangat mirip dengan iguana, tetapi jauh lebih kecil. Dalam kehidupan bunglon jantan biasanya mereka mempunyai tanduk, sirip dan gelambir leher di kepalanya. Ada yang berukuran hanya 2,5 cm seperti bunglon Brookesia, tetapi spesies-spesies lainnya dapat mencapai 60 cm.
Ciri-Ciri Bunglon
1. Bentuk Tubuh Bunglon
Bunglon biasanya mempunyai tubuh panjang dan agak pipih dan ekor yang dapat digunakan untuk berpegangan di dahan.
Seperti kadal lainnya bunglon memiliki kulit yang bertekstur kasar. Kaki belakang mempunyai dua jari sebelah dalam dan tiga jari sebelah luar. Kaki depan memiliki susunan jari-jari sebaliknya.
Mata yang menonjol hampir tertutup seluruhnya oleh kelopak mata, menyisakan sedikit bagian yang terbuka. Kedua matanya dapat melihat ke dua arah yang berbeda ke segala arah. Lidahnya berguna untuk menagkap mangsa, yang bisa dijulurkan lebih panjang dari tubuhnya. Bunglon menembak mangsanya dengan lidahnya hanya dalam waktu 0,07 detik.
2. Kemampuan Bunglon
Hewan kecil ini terkenal karena kemampuannya mengubah warna kulit untuk meniru lingkungan sekitarnya. Warna kulit bunglon biasanya hijau, kuning atau coklat. Bunglon dapat mengubah warna kulitnya.
Bunglon biasanya mengubah warna kulitnya saat terkena rangsangan seperti cahaya, temperatur dan emosi. Misalnya, saat marah bunglon cenderung mengubah warna kulitnya menjadi lebih gelap. Kemampuan mengubah warna kulit dimanfaatkan bunglon untuk mencari mangsa dan melindungi diri dari predator (pemangsa) dengan cara meniru warna lingungan di sekitarnya.
Baca juga: Terungkap! Inilah Binatang yang Hidup di Dasar Laut Paling Dalam
Pembelajaran dari Bunglon
Ada pelajaran menarik yang bisa ditiru dari bunglon. Kemampuan bunglon mengubah warna kulit, sering dikonotasikan secara negatif, yaitu menggambarkan seseorang yang suka menipu, suka bermuka dua, dan sejenisnya. Mungkin, anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak juga sepenuhnya benar. Hal tersebut tergantung kita melihat dari sisi negatif atau positifnya.
Menurut saya, kemampuan mimikri (berubah warna) bunglon adalah kemampuan adaptasi untuk bertahan hidup yang sangat luar biasa. Pelajaran positifnya adalah kita harus mampu beradaptasi dengan setiap lingkungan yang ada. Jika kita tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan, maka bisa jadi kita akan tersisih dan dikucilkan dari lingkungan di mana kita tinggal.
Ketika seseorang dikucilkan dan diterima di masyarakat, maka ia akan tidak dapat mengaktualisasikan dirinya. Seseorang yang dikucilkan dari lingkungan tempat tinggalnya, hidupnya akan menjadi tidak bahagia. Seseorang yang tidak diterima kehadirannya di tengah-tengah masyarakat, maka hidupnya akan terasa berat.
Kenapa Adaptasi Merupakan Hal Penting?
Kemampuan beradaptasi ini juga menunjukkan bahwa kita harus survive pada situasi dan kondisi yang sangat kritis. Cerdas mencari peluang (pekerjaan) untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pandai memanfaat kesempatan yang ada sehingga tidak sampai melepaskan momen-momen penting yang ada di depan mata. Pintar membaca situasi, sehingga dapat mengambil keuntungan dari situasi tersebut.
Kamampuan beradaptasi ini sangat diperlukan di dalam kehidupan yang serba berubah ini, termasuk beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Seseorang yang tidak menguasai teknologi, akan tertinggal oleh kemajuan jaman. Dengan kata lain, seseorang yang menguasai teknologi, akan lebih mudah untuk survive di jaman modern ini.
Paparan di atas menunjukkan bahwa kita sebagai manusia sangat penting untuk memiliki kemampuan beradaptasi. Kemampuan beradaptasi baik kepada lingkungan masyarakat, kondisi dan situasi yang sulit, maupun terhadap kemajuan teknologi.
Pentingnya Sebuah Pendidikan untuk Beradaptasi
Salah satu cara untuk mempercepat pembelajaran adalah dengan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, misalnya dengan mengambil jurusan Informatika dari kampus Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) yang sudah bepengalaman dalam meluluskan mahasiswa yang berkualitas dan ahli di bidangnya.
Dengan pembelajaran yang terstruktur kita tidak terlalu banyak trial dan error, sebab akan banyak teman yang belajar dan satu frekuensi, selain itu dengan bimbingan dari para dosen bisa mempermudah kita untuk mendapat pembelajaran intensif. Untuk informasi kuliah lengkap bisa kunjungi website PMB UNMAHA, atau bisa juga langsung menghubungi WhatsApp di sini.
Manfaat yang didapat dengan memiliki kemampuan adaptasi yaitu kita akan mudah diterima di tengah-tengah masyarakat, bisa survive dimana dan pada situasi apapun, dan bahkan bisa memperbaiki kehidupan untuk menjadi hidup lebih bahagia dan sejahtera.
Seiring berkembangnya teknologi, sekarang kita dapat membangun bisnis dengan mudah tanpa menyetok barang. Dengan menjadi reseller dari Adolo yang menyediakan berbagai teknologi terkini justru menguntungkan, karena saat ini gadget menjadi barang penting untuk menjalankan pekerjaan. Informasi selengkapnya bisa klik di sini.
I Gede Astawan @ Penulis Buku Jalan Spiritual Menuju Hidup Bahagia
Email: astawan@undiksha.ac.id***4
