HarianBernas.com– Salah satu indikator dari perusahaan yang tidak sehat adalah tingginya tingkat turn over karyawan, yaitu seringnya karyawan Anda keluar-masuk ke perusahaan Anda sehingga menghambat produktivitas Anda. Tingginya tingkat turn over merupakan indikator bahwa ada yang tidak berjalan dengan baik di perusahaan Anda. Kenapa masalah tingginya turnover karyawan ini harus menjadi salah satu konsentrasi Anda?
Karena setelah dipelajari, tingginya turnover di suatu perusahaan bisa menghambat perusahaan dan memakan cost yang tidak sedikit.
Coba hitung biaya Anda untuk mencari karyawan pengganti, ditambah biaya perekrutan, biaya training, atau biaya waktu yang hilang oleh kosongnya suatu posisi. Selain itu, biaya untuk membangun suasana kerja yang baru dengan karyawan yang baru. Biaya-biaya tersebut memang tidak begitu kelihatan, tapi sebenarnya begitu banyak kerugian yang ditimbulkan oleh tingginya turn over di suatu perusahaan.
Di buku “Good to Great” dari Jim Collins dijelaskan ada baiknya agar pemimpin-pemimpin berasal dari perusahaan itu sendiri yang dididik bertahun-tahun, kenapa?Jawabannya, karena pemimpin yang sudah bertahun-tahun di perusahaan pasti jauh lebih mengenal budaya perusahaan dan tahu seluk-beluk perusahaan daripada dengan orang baru.
Penyebab dari tingginya turn over, biasanya disebabkan oleh 2 hal, yaitu:
Yang pertama, yaitu perekrutan yang tidak baik. Dalam perekrutan, tidak jelas pekerjaan yang ditawarkan dengan espektasi si karyawan baru. Sebaiknya dalam proses perekrutan, harus jujur tentang baik buruknya perusahaan yang diinformasikan ke calon karyawan, bahkan di awal, langsung blak-blakan soal gaji sehingga menghindari pertentangan ke depannya karena ada informasi yang ditutup-tutupi. Hasilnya, Anda bisa mendapatkan karyawan yang sungguh-sungguh ingin berkarya di perusahaan anda.
Yang kedua, yaitu jeleknya kualitas kepemimpinan. Pemimpin dari tingkatan manager sampai CEO tidak respek dan kurang menghargai karyawan-karyawannya.Sebenarnya statistik menunjukkan bahwa karyawan paling banyak keluar bukan disebabkan kurangnya pendapatan, tapi disebabkan oleh pemimpin yang tidak respek dan kurang menghargai karyawannya. Oleh karena itu, para pemimpin perlu belajar bagaimana menghargai karyawan, bagaimana peduli dengan keadaan karyawan, bagaimana Anda mendorong mereka untuk maju, bagaimana Anda mau menerima pendapat mereka, dan bagaimana Anda mau mengakui kerja mereka kalau mereka memang bekerja dengan baik.
Kalau menurut Anda, bagaimana cara menurunkan tingkat turn over di perusahaan Anda?
Salam dahsyat!!
Jansen Frank | Service Excellence Trainer
Bila Anda ingin mengundang saya sebagai Trainer di perusahaaan anda ATAU Bila anda ingin mendapatkan pelajaran yang saya pelajari setiap hari di WhatsApp anda, silakan hubungi/SMS/WA ke: 0818 0856 5478 atau e-mail: jansen.franks@gmail.com.
