HarianBernas.com ? Dengan program pembangunan smart city di Yogyakarta memang perlu juga dibarengi dengan adanya pemanfaatan teknologi di berbagai sektor. Salah satunya adalah dengan mencoba untuk mengintegrasikan berbagai pelayanan di dalam satu platform pintar yang sudah diluncurkan Pemda DIY yakni Jogja Pass.
Biasanya dengan tiket Trans Jogja Rp 3.500. Tulisan itu tertempel di sebuah Halte Trans Jogja yang ada di Jalan Malioboro. Para petugas akan melayani calon pemakai Trans Jogja dengan pembayaran uang tunai. Rutinitas semacam itu akan menjadi pemandangan rutin di tiap Halte Trans Jogja di seluruh Yogyakarta.
Belum lagi nanti ada petugas yang berkeliling halte serta memberikan uang pecah untuk uang kembalian kepada penumpang.
Namun dengan Jogja Pass hal itu akan berbeda. Jogja Pass memang siap untuk menjadi percontohan di kota besar lain di Indonesia. Dengan teknologi yang terintegritas yaitu melalui sebuah kartu yang tak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga sebagai alat untuk bisa mendeteksi kepadatan penumpang di tiap halte di Yogyakarta.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY yang mendapatkan ide tentang kartu pintar yang diberinama Jogja Pass ini. Kartu tersebut nantinya juga bisa dipakai untuk pembayaran Transjogja, lokasi wisata di Yogyakarta serta mesin minuman otomatis di kawasan wisata.
Kepala Diskominfo DIY, Roni Primantohari menyebutkan jika Jogja Pass adalah program yang dirancang untuk dapat mendukung gerakan non tunai dan penegasan smart city yang digagas oleh Pemda DIY.
“Melalui Jogja Pass ini harapan kami nantinya layanan wisatawan dapat terintegrasi melalui satu kartu, tak perlu bawa uang cash kalau ke Yogya jadi semakin aman dan nyaman. Sementara ini kita bekerjasama dengan Transjogja, wisata museum dan nantinya mesin-mesin minuman serta makanan di kawasan wisata,” tambahnya.
Jogja Pass sendiri saat ini sudah dipakai sekitar 3000 orang walaupun masih sebatas untuk Transjogja. Namun dnantinya di tahun 2017 Diskominfo DIY akan dapat bekerjasama dengan pihak pengelola objek wisata dan pengusaha souvenir dan oleh-oleh.
