HarianBernas.com – Sutradara Garin Nugroho muncul kembali dalam film paling baru yang diberi nama Setan Jawa. Film ini terbilang cukup unik karena dibuat dengan format hitam putih dan bisu. Semakin menarik lagi, film ini dengan diiringi musik hidup orkestra gamelan yang dikomposisi oleh composer Rahayu Supanggah.
Butuh waktu dua tahun untuk Garin untuk dapat mewujudkan proyek personalnya ini sejak kali pertama digagas pada awal 2014.
Baca juga Film Terbaru Iko Uwais, Headshot Tayang Pertama di Festival Film Toronto
Untuk film ini, masih terdapat semangat serta antusiasme yang sama seperti Opera Jawa bahkan kolaborasi tersebut telah melahirkan Setan Jawa yang tak sekadar menjadi tontonan namu juga sebuah pertunjukan hidup yang sangat memukau, ajaib, magis, dan membuat takjub semua yang menyaksikan.
Bukan hanya orkestra gamelan, musik pengiring untuk Setan Jawa dan akan dapat diiringi oleh musik elektronik ataupun rock. Selama film berlangsung, para pemain musik Gamelan Orchestra kemudian berperan dengan memberi suara dan warna. Instrumen yang dimainkan juga mulai dari rebab, demung, trebang, gendang, kendang Jawa, bonang, angklung, suling, dan vokal yang mewakili suara serta ekspresi Setio dan Asih.
Baca juga Mau Tahu Bedanya Film Tiga Dara dan Ini Kisah Tiga Dara? Yuk, Intip yang Satu Ini
Ini bukan kali pertama Garin berkolaborasi dengan maestro seni tradisi Jawa yang dikenal dengan namal Supanggah tersebut. Karena mereka sebelumnya telah bekerjasama dengan Opera Jawa. Tetapi pastinya film ini akan menjadi yang pertama di dunia dimana ada film tarian, bisu, hitam putih dengan diiringi langsung oleh musik orchestra.
“Ini menjadi film tarian, bisu, hitam putih serta diiringi langsung oleh musik orkestra gamelan pertama di dunia,” tambah Garin. “Film ini menyatukan perspektif kontemporer dengan tari tradisi, musik, dunia mistik, sampai fesyen dalam ruang bebas interpretasi.”
Baca juga Jogja Darurat Air Jadi Film Gambarkan Kekeringan 5 Kecamatan di Kota Yogyakarta
Film ini berdurasi sekitar satu setengah jam, Setan Jawa memang bercerita tentang dunia mistis yang dialami oleh tiga tokoh utama yaitu Setan Jawa (Luluk Ari), Setio (Heru Purwanto) serta Asih (Asmara Abigail).
Film yang menjadi peringatan 35 tahun berkarya dari Garin Nugroho ini telah didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, film terbaru dari Garin ini juga telah bekerjasama dengan sejumlah pihak, seperti halnya Jala Adolphus sebagai produser, Kate Ben-Tovim dari Turning World, serta Iain Grandage yang merupakan seorang komposer dari Melbourne Symphony Orchestra.
Baca juga 10 Film yang Pertama Kali Diproduksi dan Tayang di Indonesia
“Sudah ada beberapa tawaran untuk dapat menampilkan karya ini di luar negeri, seperti Singapura, dan London,” Garin menyebutkan.
Setelah melalui proses panjang dengan sejumlah workshop mini, uji coba komposisi, koreografi, serta pengambilan gambar, nantinya film Setan Jawa dijadwalkan diputar perdana pada 3 dan 4 September 2016 di Gedung Teater Jakarta, TIM.
Perilisan film di Jakarta adalah penampilan pertama sebelum nantinya diputar di Opening Night of Asia Pacific of Performing Arts di Melbourne, pada Februari 2017. Untuk penampilan di Melbourne, komposisi musik orkestra gamelan, Supanggah akan berkolaborasi dengan Melbourne Symphony Orchestra.
Grandage menyebutkan, dirinya sudah berdiskusi dengan Supanggah untuk bisa menyatukan musik gamelan dan orkestra yang digawanginya dalam memberi napas pada film bisu Garin.
