Yogyakarta, HarianBernas.com- Universitas Terbuka (UT) menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka dengan melayani seluruh lapisan masyarakat, meski terkendala kondisi geografis, ekonomi, dan sosial, Minggu (4/9).
Jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, tetapi memanfaatkan media cetak:modul ataupun non-cetak: audio/video, komputer/internet, siaran radio, dan televisi.
Baca juga: Daftar Kampus Jurusan Perhotelan dan Pariwisata di Indonesia
“Layanan pendidikan tinggi kami berikan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi,” kata Diah Astuti, Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (UT) di Yogyakarta.
Sedangkan, makna terbuka, yaitu tidak ada pembatasan usia, masa belajar, waktu registrasi, tahun ijazah, dan frekuensi mengikuti ujian.
“Batasan yang ada, hanyalah setiap calon mahasiswa UT sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas,” jelas Diah.
Menurut Diah Astuti, sejak berdiri tanggal 4 September 1984 UT telah membuka akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk membantu pemerintah dengan kemudahan akses pendidikan tinggi yang fleksibel, terjangkau, dan berkualitas.
Baca juga: Jurusan Manajemen: Pengertian Ilmu Manajemen dan Daftar Universitas
UT saat ini menyelenggarakan dua program pendidikan, yaitu Program Non-Pendas (Pendidikan Dasar) dan Program Pendas. Program Non-Pendas adalah program pendidikan yang dapat diikuti masyarakat umum. Program Non-Pendas FKIP hanya dapat diikuti yang sudah bekerja sebagai guru.
UT kini memiliki empat fakultas: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi, dan Program Pascasarjana.
Baca juga: 10 Prospek Kerja Lulusan Akuntansi di Berbagai Profesi
