HarianBernas.com-Tsunami, itulah kata yang menjadi momok bagi siapapun. Wajar saja karena sudah terhitung banyaknya nyawa manusia yang hilang akibat menjadi korban ombak raksasa ini. Tsunami yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 lalu bisa menjadi contoh bagus mengenai betapa dahsyatnya dampak yang ditimbulkan oleh tsunami.
Tsunami selama ini dikaitkan dengan gempa bumi karena tsunami memang lazim ditimbulkan oleh gempa bumi di tengah laut. Gempa bumi sendiri umumnya ditimbulkan oleh pergeseran lempeng bumi. Ketika peristiwa tersebut terjadi di tengah-tengah laut, air laut yang ada di atasnya menjadi bergolak dan kemudian terdorong ke tepi pantai sebagai ombak yang ukurannya sangat besar.
Gempa bumi ternyata bukan hanya satu-satunya penyebab tsunami. Letusan gunung di tengah laut juga bisa menimbulkan tsunami. Peristiwa letusan Gunung Krakatau di tahun 1883 adalah contoh tsunami hasil letusan gunung berapi yang paling terkenal. Akibat tsunami di tahun tersebut, ribuan penduduk di pantai Jawa dan Sumatra kehilangan nyawanya. Letusan yang sama juga mengakibatkan dua gunung yang menyusun Kepulauan Krakatau menghilang.
Selain kedua peristiwa alam tadi, masih ada satu lagi peristiwa alam yang menimbulkan tsunami. Peristiwa tersebut adalah longsor yang timbul di bawah laut. Jika material longsorannya cukup besar, air laut yang terguncang oleh getaran longsoran akan sampai ke tepi pantai dalam wujud tsunami. Meteorit raksasa yang jatuh ke tengah laut secara teoritis juga bisa menimbulkan tsunami. Namun sejauh ini belum pernah ada kasus tsunami akibat meteor yang terjadi dalam sejarah manusia dan merenggut korban jiwa.
