YOGYAKARTA, HarianBernas.com ? Kota Yogyakarta kini memiliki ruang terbuka baru, yakni Embung Langensari, Kelurahan Klitren, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
Diungkapkan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwana X, Jumat (23/12/16), keberadaan Embung Langensari sebagai resapan air hujan sehingga mampu mencegah banjir di kawasan Kota Yogyakarta. Sri Sultan HB X pun ikut memancing bersama ratusan warga lainnya di Embung Langensari.
“Embung ini dari dulu memang fungsinya untuk menampung air hujan yang menggenangi kawasan utara. Ini untuk menampung air hujan dari wilayah Ambarukmo hingga Klitren, sehingga banjir tidak meluap di wilayah ini,” ungkap Sultan HB X usai memancing.
Ia menjelaskan fungsi lain Embung Langensari selain menampung air hujan dan menangkal banjir adalah untuk kegiatan rekreasi keluarga dan memancing. Mancing bersama juga sebagai ajang promosi kepada masyarakat agar gemar makan ikan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Sigit Sapto Raharjo mengutarakan acara mancing bersama untuk mengenalkan Embung Langensari kepada masyarakat. Menurutnya, selama ini masyarakat belum mengetahui penampakan kawasan serapan air hujan yang sebenarnya sudah selesai dikerjakan.
Diketahui, Embung Langensari dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan biaya mencapai Rp 7 miliar. Pembangunan embung berlangsung sejak awal tahun 2015. Pemda DIY pun ikut terlibat dalam pembangunan sarana dan prasarana pendukung di kawasan Embung Langensari. Pemda DIY sudah menggelontorkan dana sebesar Rp 900 juta pada tahun 2015 dan tahun 2016 sebesar Rp 2,2 miliar.
