SLEMAN, HarianBernas.com ? Suasana duka atas meninggalnya Almarhum Syaits Asyam, mahasiswa UII yang meninggal usai mengikuti pendidikan dasar Mapala UII, masih nampak terasa di kediamannya di Dusun Jetis, Caturharjo Sleman pada hari Kamis (26/1/17).
Dari pantauan HarianBernas.com, sejak pukul 12.30 WIB, terlihat beberapa orang datang untuk menyambangi rumah duka. Begitupun Lismawati Nur Cahyani (20), Sahabat Asyam sejak kecil yang datang menyambangi rumah duka bersama orangtuanya.
Usai bertemu dengan Handayani, Ibu Asyam, Lisma berbagi cerita kepada awak media tentang sosok Asyam yang dikenalnya sejak usia mereka masih kecil.
Lisma bercerita, dirinya sempat bertemu Asyam beberapa waktu yang lalu sebelum Asyam melakukan pendakian ke Gunung Lawu.
“Ketemu, saya juga nyapa dia, saya tanya kemana. Katanya habis beli peralatan untuk naik ke gunung lawu,” tuturnya.
Saat bertemu dengan Lisma, Asyam juga sempat meminta untuk di doakan oleh sahabatnya itu untuk keselamatan dunia akhirat. Lisma juga menungkapkan sempat merasa khawatir saat Asyam meminta dirinya mendoakan.
Selain itu juga Asyam sempat bercerita kepada Lisma, mengenang masa-masa kecilnya dan mengungkapkan rasa sayangnya terhadap keluarganya. Asyam juga mengungkapkan keinginannya kepada sahabatnya itu untuk sekedar berkumpul dengan teman-teman kecilnya.
“Dia (Asyam) itu baik orangnya meskipun kadang manja, tapi baik banget. Dia juga berprestasi membanggakan orangtuanya, membanggakan bangsa,” ungkap Lisma, dengan nada rendah setengah terisak.
Meskipun seringkali mendapatkan penghargaan atas prestasinya selama di sekolah, Asyam dikenal orang yang sederhana dan tidak sombong.
“Dia sempet ragu juga, waktu saya tanya ngapain sih kesana itu, dia jawab seneng-seneng aja. Terakhir juga saya sempat berfoto sama dia, dia juga bilang ayo foto buat kenang-kenangan,” paparnya.
Selain dikenal baik oleh sahabatnya, Asyam juga dikanal sebagai orang yang taat beribadah dan seringkali bersedekah. Sosok Asyam yang baik membuat sahabatnya itu merasa sangat kehilangan atas kejadian yang menimpa Asyam.
