Kebumen,HarianBernas.com-Harga cabe rawit merah di Kabupaten Kebumen tetap bertahan tinggi. Hari Rabu (8/2), harga cabe rawit merah Rp 10.000 lebih tinggi dibanding dengan harga daging sapi kualitas 1 atau has dalam. Harga cabe rawit di pasar tradisional seperti di Pasar Tumenggungan Kebumen mencapai Rp 125.000 per kg, sedangkan harga daging sapi kualitas 1 Rp 115.000 per kg.
?Benar, harga cabe rawit tadi pagi saya beli Rp 125.000,?kata Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kebumen, Sri Masyuroh, SH kepada Harian Bernas, Rabu (8/2). Harga cabe rawit hijau lebih murah Rp 70.000 per kg, cabe merah besar biasa Rp 40.000 per kg, cabe merah besar keriting Rp 47.000.
Tingginya harga cabe rawit di Kebumen dan daerah lain di Jawa Tengah disebabkan kurangnya pasokan ke pasar-pasar. Cabe rawit yang diperdagangkan di pasar-pasar tradisional di Kebumen sebagian besar berasal dari cabe hasil panen petani dari luar Kebumen. Malahan ada cabe rawit merah yang berasal dari pedagang di Jawa Timur. Jauhnya jarak distribusi dan mata rantai perdagangan cabe merah inilah yang menyebabkan harga cabe rawit naik.
Pengamatan Harian Bernas di Pasar Tumenggungan, Kebumen menunjukan, tidak semua pedagang cabe mempunyai stok cabe rawit. Stok cabe rawit yang dimiliki pedagang, umumnya tidak dalam kondisi segar. Kesegaran cabe rawit hijau dan cabe rawit merah, jauh di bawah kondisi cabe merah besar atau cabe keriting. Kondisi ini terjadi karena distribusi panjang dan berkurangnya omset penjualan karena daya beli masyarakat menurun.
Tingginya harga cabe rawit berpengaruh pada penjualan cabe rawit eceran. Pedagang sayur keliling mengaku tidak berani membeli cabe rawit merah karena harganya masih tinggi. Lebih banyak merugi jika kulakan cabe rawit merah. ?Apa ya harus menjual per biji Rp 500,? kata Keriyanto (50), pedagang sayur keliling di sela kulakan di pasar pagi Tumenggungan, Kebumen.
