HarianBernas.com – Palestina kembali bergolak. Pada hari Senin (27/2/2017) waktu setempat, pesawat Israel melakukan serangan ke Jalur Gaza. Tidak ada korban tewas akibat serangan yang dilakukan oleh Israel tersebut. Namun Reuters memberitakan kalau empat orang mengalami luka-luka. Saksi mata menuturkan kalau semua korban luka adalah pejalan kaki yang kebetulan berada di dekat lokasi.
Menurut militer Israel, serangan yang mereka lakukan mengenai lima target milik Hamas. Serangan udara ini sendiri mereka lakukan sebagai balasan atas serangan roket yang dilancarkan dari arah Jalur Gaza. Tidak diketahui apakah serangan roket tersebut memang dilakukan oleh Hamas. Namun Israel selama ini menjadikan Hamas sebagai kambing hitam setiap kali ada serangan roket ke wilayah Israel.
Avigdor Lieberman selaku Menteri Pertahanan Israel menyatakan kalau pihaknya tidak ingin melakukan operasi militer di Jalur Gaza. Namun ia lantas menambahkan kalau pihaknya tidak akan menoleransi serangan roket ke wilayahnya. Fawzi Barhoum selaku juru bicara Hamas di lain pihak memperingatkan kalau Israel harus bertanggung jawab jika kondisi di wilayah setempat sampai memanas.
Palestina secara tidak resmi terbagi menjadi dua wilayah. Jika wilayah Tepi Barat dikelola oleh Fatah, maka wilayah Jalur Gaza yang berbatasan langsung dengan Laut Mediterania menjadi markas utama Hamas.
Sejak tahun 2014, Hamas dan Israel melakukan gencatan senjata. Namun militan Palestina yang tidak tergabung dalam Hamas enggan mengakui gencatan senjata tersebut dan tetap meluncurkan roket ke wilayah Israel.
