HarianBernas.com – Tiongkok dikenal sebagai salah satu negara tujuan utama ekspor gading gajah ilegal. Namun secercah kabar baik muncul terkait bisnis perdagangan gelap gading. Manila Bulletin memberitakan kalau jumlah gading yang diselundupkan ke wilayah Tiongkok di tahun 2016 menurun hingga 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Liu Dongsheng dalam upcara pembukaan kampanye perlindungan alam liar pada hari Senin (27/2/2017) waktu setempat. Dongsheng merupakan deputi ketua Administrasi Kehutanan Negara (SFA). Namun Dongsheng tidak merinci berapa jumlah pasti gading yang masuk ke wilayah Tiongkok di tahun 2016.
Menurunnya jumlah gading gajah yang masuk ke wilayah Tiongkok tidak lepas dari sikap baru pemerintah Tiongkok dalam menyikapi perdagangan gading. Tahun lalu, pemerintah Tiongkok mengumumkan kalau peredaran gading di Tiongkok dilarang hingga tiga tahun ke depan.
Tingkat permintaan gading gajah di Tiongkok terbilang tinggi karena gading bisa diolah menjadi beragam perhiasan dan patung mini berharga mahal. Namun tingginya minat akan gading gajah lantas berdampak pada menurunnya populasi gajah di alam liar. Pemerintah Tiongkok sendiri berencana melarang pengolahan dan penjualan gading secara total pada akhir tahun ini.
Dongsheng juga menyampaikan hal lain terkait nasib hewan-hewan langka di wilayah Tiongkok. Menurut Dongsheng dalam acara yang sama, populasi panda raksasa, antelop Tibet, serta aligator Sungai Yangtze secara berangsut-angsur mengalami peningkatan.
