HarianBernas.com – Seolah masalah krisis ekonomi masih belum cukup, pemerintah Venezuela kini juga harus berpacu dengan waktu. CNN yang mengutip laporan keluaran Bank Sentral Venezuela memberitakan kalau pemerintah Venezuela kini hanya memiliki cadangan devisa senilai 10,5 milyar dollar.
Jumlah tersebut sekaligus menjadi tanda bahaya bagi pemerintah Venezuela jika membandingkannya dengan jumlah cadangan devisa terdahulu. Di tahun 2011, Venezuela masih memiliki cadangan devisa sebesar 30 milyar dollar. Di tahun 2015, cadangan devisanya menurun menjadi tinggal 20 milyar dollar.
Venezuela juga masih memiliki hutang luar negeri berjumlah 7,2 milyar dollar. Menurut laporan keuangan Venezuela, sekitar 7,7 milyar dollar dari sisa-sisa cadangan devisa Venezuela berada dalam wujud emas. Namun emas-emas tersebut terpaksa ditransfer ke Swiss sebagai jaminan agar pemerintah Venezuela bisa membayar hutang luar negerinya tepat waktu.
Dampak dari menurunnya devisa tersebut sudah terlihat di wilayah Venezuela sendiri dalam wujud krisis ekonomi. Angka kejahatan meningkat pesat. Harga barang-barang meningkat. Kelangkaan makanan dan obat-obatan terjadi di mana-mana. Bahkan warga Venezuela yang tinggal di perbatasan sampai harus menyeberang ke negara tetangganya saat hendak berobat.
Krisis ekonomi yang terjadi di Venezuela merupakan dampak dari ketergantungan berlebihan negara tersebut akan sektor minyak. Ketika harga minyak dunia mengalami penurunan, pemerintah Venezuela pun dilanda kesulitan keuangan. Maraknya praktik korupsi dan kesalahan pengelolaan dituding menjadi sebab lain timbulnya krisis ekonomi di negara Amerika Latin tersebut.
