HarianBernas.com – Hisham Saadi harus menanggung akibat dari perbutannya. Pria berusia 47 tahun tersebut ditangkap oleh polisi Montreal, Kanada, atas tuduhan menyebarkan hoax mengenai ancaman serangan bom di Universitas Concordia.
Tindakan tersebut dilakukan oleh Saadi pada hari Rabu (1/3/2017) waktu setempat. Awalnya Saadi mengirimkan e-mail ke pihak universitas kalau bom yang sasaran utamanya adalah mahasiswa-mahasiswa Concordia akan meledak. Pihak universitas menanggapi e-mail tersebut dengan serius dan langsung mengosongkan 3 gedung universitas.
Polisi dan penjinak bom lantas dikirim ke lokasi untuk menemukan bom yang dimaksud. Namun mereka tidak menemukan bom apapun di lingkungan kampus. Ancaman bom itupun lantas dinyatakan sebagai ancaman palsu. Polisi kemudian melakukan pelacakan untuk mencari tahu siapa pengirim pesan bom tersebut.
Sehari berselang atau tepatnya pada hari Kamis pukul 2 dini hari, polisi menangkap Saadi di apartemennya. Mereka juga melakukan penggeledahan selama lima jam di apartemen yang digunakan Saadi untuk menemukan bahan peledak di dalamnya. Menurut laporan CBC, pelaku tidak melawan ketika polisi menangkap dirinya. Saadi sudah menjalani sidang perdana pada hari Kamis siang untuk mendengarkan dakwaan yang dijatuhkan padanya.
Belum diketahui apa motif Saadi mengirimkan pesan bom tersebut. Saadi sendiri diketahui sebagai pria berdarah Lebanon yang sempat mengenyam pendidikan doktorat di Universitas Concordia. Aktivitas belajar mengajar di Universitas Concordia sendiri sudah berjalan seperti biasa. Namun pihak kampus berencana meminta bantuan sejumlah petugas polisi untuk menjaga keamanan kampus hingga beberapa hari ke depan.
