HarianBernas.com – Sel bulan sabit adalah suatu kelainan di mana penderitanya memiliki sel darah merah berbentuk sempit layaknya bulan sabit. Karena sel berbentuk bulan sabit lebih rapuh dibandingkan sel darah normal yang berbentuk menyerupai cakram, penderita sel bulan sabit memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk menderita anemia dan gangguan kesehatan lainnya.
Selama ini sindrom sel bulan sabit belum ditemukan obatnya sehingga penderita hanya bisa mengikuti terapi rutin seumur hidupnya. Namun terobosan terbaru yang dilakukan oleh tim dokter Perancis ini nampaknya bisa menjadi solusi untuk mengobati sindrom sel bulan sabit seutuhnya.
Terobosan yang dimaksud adalah operasi bedah untuk memodifikasi sumsum tulang yang dimiliki oleh penderita sindrom. Mula-mula, tim dokter mengangkat sumsun tulang dari seorang pasien berusia 13 tahun dan kemudian menginjeksikannya dengan virus yang membawa kode gen sumsung tulang normal. Tim dokter kemudian memasangkan kembali sumsun tulang tadi ke tubuh penderita.
Menurut Philippe Leboulch yang terlibat dalam operasi ini, tubuh remaja tadi memproduksi sel darah berbentuk normal setelah operasi dilakukan. Ia juga menambahkan kalau selama 15 bulan sejak operasi dilakukan, remaja yang sama tidak menunjukkan gejala-gejala penyakit berbahaya. Namun ia mengaku kalau terapi lanjutan masih perlu dilakukan untuk memastikan kalau sang remaja memang benar-benar tidak lagi mengidap sindrom sel bulan sabit.
